SOLO – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menampilkan senjata pamungkas robot tari mereka di pameran Ritech Expo 2016, yaitu robot juara 3 lomba robot seni tari Indonesia pada rangkaian rangkaian acara Hakteknas di Stadion Manahan, Jumat (12/08).

Unesa, dalam dunia saintek terutama pada bidang robot sudah sangat terkenal berprestasi pada tingkat nasional. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meraih empat gelar sekaligus dalam kontes robot indonesia region IV pada bulan juli lalu.

Pada saat menari, robot tersebut sangat kompak dan sesuai dengan iramanya. “Jadi robot ini menerima musiknya melalui bluetooth sehingga tidak ada intervensi dari suara luar, lalu supaya kedua robot itu bisa menari bersama, harus ada keintegrasian menggunakan bluetooth sehingga keduanya bisa menari bersamaan,” ujar Maulana seorang mahasiswa Unesa.

Robot ini masih perlu pengembangan dan peningkatan kemampuan performanya lebih agar ketahanan menarinya lebih dari 10 menit. Peningkatan robot ini pada kapasitas dan Engsel supaya tidak cepat panas. Sela n itu bisa dibuat robot berskala lebih besar.

“Goyangan robot ini bisa dikatakan cukup lincah, meskipun terlihat kaku, namun sebenarnya goyangannya cukup dinamis. Hanya terkendala memang pada baterai yang tidak tahan lama dan engsel yang cepat panas,” terang Maulana.

Maulana menjelaskan dimasa mendatang hal tersebut akan diperbaiki, dan akan dicoba membuat robot penari dalam ukuran yang cukup besar, sehingga menjadi seolah-olah manusia nyata yang menari.

Unesa saat ini juga mempunyai rencana untuk membuat robot sepakbola agar bisa bersaing di kancah internasional untuk mengharumkan nama baik Indonesia di kancah dunia. (Dzi/Rhi)