BANDUNG – Masih dalam rangkaian Globelics Forum ke-14 yang digelar di Bandung, Kamis (13/10) bertempat di Asia Africa Room Hotel Savoy Homann Bandung, diadakan forum terkait inovasi dengan menghadirkan Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe, serta Bengt Ake Lundvall dan Judith Sutz sebagai Globelics Expert. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari LPNK Kemenristekdikti dan para pemakalah dari berbagai negara.

Dalam presentasi makalahnya, Jumain Appe memaparkan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di lingkungan Kemenristekdikti tahun 2005-2009, tahun 2010-2014, hingga tahun 2025 mendatang.

Menurut Jumain, Kemenristekdikti pada saat ini sedang menyusun rencana induk riset nasional dan semestinya inovasi ini menjadi motor penggerak Research and Development (R&D). “Karena jika berbicara tentang inovasi adalah berbicara tentang industri dan penggunanya,” ujar Jumain.

Jumain juga menambahkan bahwa kita jangan hanya fokus pada universitas, namun kita juga harus melihat pada pembangunan ekonomi yang kemudian didukung oleh inovasi.

Globalics Expert, Bengt Ake Lundvall, juga setuju dengan Jumain. “Riset dan inovasi jangan hanya berfokus pada perguruan tinggi saja, tapi juga bisa lebih menekankan juga terhadap sekolah-sekolah vokasi semisal jika ingin mengembangkan di sektor pertanian, haruslah disampaikan langsung kepada petaninya,” imbuhnya.

Diharapkan perguruan tinggi tidak hanya bekerja secara linear dengan industri, namun juga dapat merangkul masyarakat agar dapat mengetahui apa yang menjadi persoalan-persoalan yang ada di lapangan untuk kemudian dibawa kembali ke perguruan tinggi untuk diperbincangkan. (MR)