Riset Buktikan Nilai Keberagaman Kita Masih Rendah ACEH – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi semangat para peserta “Nusantara Mengaji, Khataman Alquran Serentak Tujuh Perguruan Tinggi Se-Indonesia”.

Menurut Nasir, semangat ini harus terus dijaga guna semakin menghidupkan nilai-nilai keberagamaan di tanah air ini.

“Malam ini, kita layak untuk berbahagia karena kita bisa berkumpul dalam rangka kampus Unsyiah mengaji dan bersalawat bersama. Program ini harus diapresiasi di tengah-tengah upaya kita untuk turut memecahkan berbagai permasalahan besar yang tengah dihadapi bangsa ini,” ujar Nasir usai membuka “Nusantara Mengaji, Khataman Alquran Serentak Tujuh Perguruan Tinggi Se-Indonesia” didampingi Dirjen Belmawa Intan Ahmad, Minggu (14/5).

Nasir mengatakan, dari beberapa hasil survei ada yang harus dijadikan renungan. Hasil penelitian Flinders University Australia mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan ibadah mahdhoh (ritual keagamaan) umat Islam di Indonesia tergolong paling tinggi dan hebat.

Namun, hasil penelitian George Washington University mengungkapkan bahwa dari sisi keberagamaan, Indonesia yang penduduknya hampir 90% beragama Islam dan memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia masih rendah.

“Dalam tingkat hidup keberagamaan atau pengamalan agama dalam kehidupan kesehariannya, Indonesia tergolong masih rendah. Indonesia menduduki peringkat 140 dari 208 negara. Ironisnya, New Zealand justru menduduki peringkat pertama. Jadi malah negara non-Muslim lebih islami kesehariannya daripada bangsa kita, maksudnya pengamalan ajaran Islam lebih terwujudkan dalam kehidupan sehari hari,” ungkap Nasir. (KIS)