Jakarta (28/12)- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam acara Refleksi 1 Tahun Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyampaikan bahwa selama tahun 2015, berbagai target yang dicanangkan Kemenristekdikti telah berhasil diraih. Salah satunya adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi pada tahun 2015 berada pada 33,5%, diatas target awal tahun yakni sebesar 26,8%.

Angka ini tentu saja masih perlu ditingkatkan. Berbagai upaya dan terobosan terus dikembangkan Kemenristekdikti untuk meningkatkan APK Pendidikan Tinggi di Indonesia, mulai dari pemberian beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi (Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa PPA/BBM), pemberian Beasiswa Afirmasi bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), BOPTN Berkeadilan, hingga mendorong lahirnya Akademi Komunitas di setiap Kabupaten/Kota di Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenyam jenjang pendidikan tinggi.

Sejak tahun 2010 hingga tahun 2015, Kemenristekdikti telah memberikan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi kepada lebih dari 270.000 mahasiswa di seluruh Indonesia. Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu namun memiliki potensi di bidang akademik. Beasiswa ini meliputi seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa. Dengan adanya beasiswa ini, latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk berkuliah. Prestasi mahasiswa Bidikmisi pun tidak mengecewakan, dimana lebih dari 50% mahasiswa berhasil meraih IPK di atas 3, bahkan pada semester genap 2014 sebanyak 706 mahasiswa Bidikmisi memperoleh IPK 4.

Sementara untuk postur anggaran 2016, Kemenristekdikti mendapatkan Pagu APBN sebesar 40,63 Triliun Rupiah. Menurut Nasir pada paparannya, sebesar 39,66 Triliun Rupiah ditujukan bagi Pendidikan Tinggi seperti Beasiswa Mahasiswa, BOPTN, Beasiswa Dosen, dan Program Prioritas lainnya. Sedangkan 0,97 Triliun Rupiah diperuntukkan bagi Layanan Umum, termasuk didalamnya Prototipe Laik Industri, Sentra HaKI, Produk Inovasi dan Layanan Umum di bidang riset dan teknologi lainnya. (FHD)

Galeri