JAKARTA – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) melakukan pertemuan tingkat nasional yang bertempat di Royal Kuningan Hotel Jakarta. Persatuan yang berdiri sejak 23 Mei 1952 ini mempunyai visi menjadi pendorong kemandirian bangsa. Persatuan yang saat ini di pimpin oleh Hermanto Dardak ini rutin mengadakan Rapimnas insinyur indonesia, pada tahun ini Rapimnas ini bertajuk “Tantangan Penerapan UU Keinsinyuran”.

Dalam sambutannya Ketua PII Hermanto Dardak mengatakan, “di Indonesia tersedia banyak insinyur yang siap berkompetensi di dunia nasional dan internasional, acara yang dihadiri 399 Insinyur perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia ini siap mendukung program pemerintah, diantaranya pembangunan infrastruktur dan perindustrian di indonesia”.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Menteri perindustrian. Menteri Perindustrian mengatakan, “pembangunan industri nasional hingga saat ini telah mencapai kemajuan yang sangat berarti dan acara rapimnas ini merupakan momentum yang sangat baik guna menguatkan profesi insinyur sekaligus meningkatkan peran Insinyur khususnya dalam pembangunan pada sektor Industri di Indonesia”.

Kemenristekdikti sebagai lembaga pemerintahan yang bergerak dalam bidang pendidikan tinggi dan teknologi mendukung diadakannya pertemuan ini. Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan, “kita sudah berada di era kompetitif, kita sudah dalam era borderless dalam sistem pendidikan tinggi, kita sedang berkembang dengan roomless class. Saya berharap dalam menghadapi MEA kita harus profesional, khususnya untuk profesi insinyur dan kedepannya tantangan insinyur ada 7 bidang utama yaitu bidang pangan, bidang kesehatan dan obat obatan, bidang teknologi dan informasi, bidang transportasi, bidang teknologi pertahanan,dan bidang energi.”

Namun sayangnya, kebutuhan insinyur tahun ini adalah 10.000 orang, dan negara ini sangat kurang profesi insinyur, maka dari itu tahun depan jurusan matematika dan sains akan sangat di dorong agar jumlah profesi insinyur bisa meningkat di Indonesia oleh karena itu Kemenristekdikti memberi mandat kepada 40 perguruan tinggi, untuk mendidik insinyur muda di indonesia. Menteri Nasir juga sangat berharap profesi ini dapat mendorong semua sektor di indonesia khususnya sektor Infrastruktur dan Industri.

“Semoga UU keinsinyuran tidak menghambat kerja insinyur di indonesia. saya harap para insinyur dapat menerapkan teknologi lebih baik demi kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Nasir. (FLH)

Galeri