“Dalam Tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang sehat dan sejahtera merupakan keinginan dan impian yang sedang diusahakan oleh Pemerintah saat ini. Pemerintah, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) beserta jajarannya memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Provinsi Papua Barat, Rektor Universitas Negeri Papua (UNIPA) dan Rektor Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan perjanjian kerjasama antara Rektor UNIPA, Rektor UI dan Gubernur Provinsi Papua Barat di Ruang Utama Gedung D Lantai 3 Kemenristekdikti, Selasa (25/7).

Pertemuan antar Rektor ini dalam rangka penandatanganan kerja sama penyelenggaraan kegiatan pembinaan dan pengampuan program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran UNIPA oleh Fakultas Kedokteran UI (FKUI). Perjanjian kerja sama yang sudah diinisiasi sejak 2014 ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di UNIPA.

“Kenapa harus UI? karena yang diinginkan adalah Universitas yang tinggi mutunya,” ujar Intan Ahmad, Dirjen Belmawa Kemenristekdikti. Sebagaimana yang kita ketahui, UI merupakan salah satu Universitas terbaik di Indonesia, sehingga diharapkan setelah pengampuan ini, UNIPA dapat mandiri dan mendirikan Fakkultas Kedokteran dan Rumah Sakit di Papua agar masyarakat Papua pun bisa terjamin kesehatannya dan dimudahkan pengobatannya.

Pengampuan oleh FKUI ini sebelumnya telah dijalani sejak 2014 namun mengalami kendala sehingga kegiatan belajar mahasiswa kedokteran terpaksa diberhentikan pada oktober 2016. Menristekdikti Mohamad Nasir secara khusus meminta agar proses pembelajaran dan permasalahan yang dihadapi UNIPA ini dicari jalan keluarnya.

“Pak Menteri bersama Dirjen Kelembagaan dan Belmawa kemudian bersama Dekan UI mengharapkan agar suatu saat nanti di Papua Barat ada Fakultas Kedokteran yang baik. Oleh karena itu diminta agar permasalahan ini cepat selesai,” ujar Intan.

Saat ini Fakultas Kedokteran UNIPA dalam pengampuan FKUI telah memiliki 3 angkatan mahasiswa. Pada kesepakatan ini, ketiga pihak yang terlibat dalam perjanjian yang difasilitasi oleh Ditjen Belmawa Kemenristekdikti ini, telah menyepakati untuk mengembangkan pendidikan kedokteran di UNIPA yang memiliki keunggulan di bidang ilmu penyakit tropik dan infeksi, travel medicine serta kedokteran kelautan. (TJS)