Washington DC 03 Juli 2017. KBRI Washington DC telah 6 tahun berturut-turut menyelenggarakan program penghargaan bagi pelajar Indonesia di AS. Tahun ini dari 47 peserta terpilih 7 peserta terpilih yang prestasinya sangat membanggakan. Peserta terpilih program doctor adalah mahasiswa di MIT dengan banyak publikasi ilmiah yang prestisius.

Memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan Program Ambassadors Award for Excellence, jumlah peserta semakin meningkat, seiring dengan semakin baiknya sosialisasi yang dilaksanakan oleh KBRI. Program Ambassadors Awards for Excellence adalah Program penghargaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Washington DC kepada pelajar Indonesia yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik, Program ini dimulai pada tahun 2011.

Peningkatan jumlah peserta dapat dilihat berkembangannya dari tahun ke tahun, yaitu dari tahun tahun 2013 sebanyak 9 orang, tahun 2014 11 orang, tahun 2015 18 orang, tahun 2016 45 orang, dan di tahun 2017 tercatat 47 peserta: 6 dari elementary school, 9 middle and high school, 10 program college/S1, 13 program S2, dan 9 program S3. Dari data di atas, dapat dilihat bahwa program kegiatan AAFE semakin lama semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia yang berada di Amerika Serikat. Di tahun 2018, direncanakan akan dilakukan perbaikan dalam pendaftaran, yakni dengan menggunakan form online.
Peserta terpilih tahun 2017 adalah Rizki Artha (Elementary School), Rizki dengan GPA 4.0 dengan piagam matematika dan berbagai piagam lainnya, adalah siswa yang aktif di kegiatan sosial budaya, misalkan Indonesia Kids Performing Arts (IKPA), juga aktif di olah raga karate, taekwondo. Alya Lawindo, Ryszard Jabbar Murdas, Alivia Rukmana (High School), ketiganya menunjukkan prestasi akademik yang sangat baik, dan juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakulikuler, keagamaan, olahraga, dan masyarakat. Alya Lawindo banyak mendapatkan penghargaan dari sekolah dan aktif dalam berbagai keagamaan dan kemasyarakatan. Ryszard Murdas, selain berprestasi akademik baik di sekolah, juga memperoleh banyak penghargaan dari Microsoft dan organisasi kemasyarakatan dan olah raga. Alivia Rukmana tidak hanya seorang murid SMA yang berprestasii dan masuk dalam honor roll, tetapi aktif juga di komunitasnya. Kepeduliannya pada isu-isu yang relevan di hari ini ditunjukkan dengan kegiatannya dalam advokasi menentang Islamphobia dan juga dengan mengikuti Womens March.
Lifia Teguh (S1-Bachelor), Prestasi akademik Lifia sebagai Presidens list 4.0 GPA secara konsisten 3 tahun terakhir, merupakan prestasi yang luar biasa. Di tambah jiwa kepemimpinan, kepedulian terhadap isu-isu wanita di komunitas dan aktif sebagai pemain musik untuk berbagai acara non akademik. Robinson Sinurat (S2-Masters), Prestasi non akademik, leadership, dan kepedulian sosial untuk komunitas dari Robinson sangat tinggi. Patut diapresiasi pula kegiatan-kegiatan dialog antar umat beragama yang telah dilakukan Robinson Sinurat melalui aktifitasnya dalam Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), dan juga kepedulian Robinson pada isu-isu keadilan sosial dan pelestarian lingkungan. Ini dapat dilihat pada laporan-laporan jurnalisme warga yang ditulis Robinson unuk Harian The Jakarta Post. Elbert Jarvis Sie (S3-Doktoral), Scholastic Achievements dari Elbert sangat impresif. Dengan GPA 4.0 lulusan MIT dan sudah mendapatkan tawaran untuk lanjut jenjang Postdoc di Geballe Material Laboratory, Stanford merupakan pencapaian akademis yang istimewa. Elbert juga terlibat dalam pembukaan bidang penelitian baru yaitu valleytronic. Hasil penelitian Edbert juga diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah yang berpengaruh, antara lain Science, Nature Materials, dan physical Review Letters (PRL).
Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Ismunandar, menyatakan bahwa akan meneruskan dan meningkatkan program ini untuk memberi apresiasi atas prestasi para pelajar Indonesia di AS.