SOLO – Keberadaan Solo Techno Park sudah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Solo dan sekitarnya. Selain membantu menyiapkan tenaga terampil bidang teknologi, Solo Techno Park juga sudah berhasil mendorong penciptaan mesin berteknologi tinggi untuk membantu peningkatan produktivitas usaha masyarakat. Salah satu mesin berteknologi tinggi yang telah diciptakan inovator Solo Techno Park adalah adalah printer tiga dimensi (3D) yang bisa dipakai untuk mengukir kayu. Printer 3D karya inovator Solo Technopark ini sudah dipesan kalangan eksportir untuk mendorong peningkatan produktivitas kerajinan ukir kayu di Klaten.

Proses penciptaan Printer 3D itu dirancang oleh Sawarno dan kawan-kawannya yang mengikuti  program inkubasi di Solo Techno Park . Suwarno mengatakan, pada awalnya penciptaan Printer 3D itu diarahkan untuk membantu penyediaan alat peraga untuk SMK-SMK. Namun, dalam perkembangannya, Printer 3D yang dirancang di Solo Techno Park tersebut juga diminati para eksportir produsen handicraft Klaten.

Disebutkan, para produsen handicraft Klaten mengaku kesulitan ketika mendapatkan pesanan dari luar negeri dalam jumlah banyak. Untuk memenuhi produksi 400 topeng misalnya, kalau dikerjakan secara manual akan membutuhkan waktu yang lama. Namun dengan bantuan Printer 3D, produksi topeng bisa dipercepat. Karena itu ada yang memesan Printer 3D untuk memproduksi topeng. “Printer 3D ini bisa memproduksi topeng dalam hitungan jam,” jelas Suwarno.

Direktur Umum Solo Techno Park, Darsono, mengaku senang atas upaya penciptaann Printer 3D yang dilakukan Suwarno dan kawan-kawan. Namun, printer 3D itu masih dalam tingkat prototipe dan kemampuan kerjanya masih perlu pengujian lebih lanjut.

Selain membantu Suwarno dan kawan-kawan, Solo Techno Park juga bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk mengembangkan printer 3D. Salah satunya dengan para mahasiswa ATMI yang mampu memproduksi Printer 3D untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Printer 3D ciptaan mahasiswa ATMI Solo tersebut dapat disaksikan dalam “Ritech Expo 2016” yang digelar di Stadion Manahan Solo 10-13 Agustus 2016. “Alat yang kami pamerkan ini hanya contoh peraga. Tapi printer ini dapat diaplikasikan untuk berbagai macam kebutuhan,” ujar mahasiswa ATMI Solo di arena Ritech Expo. (dzi/sut)