Untuk menghasilkan kinerja organisasi yang maksimal diperlukan nilai, komitmen, dan kerjasama yang sinergis diantara para pimpinan dan seluruh staf sebagai suatu keluarga yang utuh. Keberhasilan suatu organisasi adalah merupakan keberhasilan sebagai suatu tim, dimana masing-masing unsur di dalamnya mengambil peran dan tanggung jawab. Demikian antara lain pesan Prof. Djamaluddin Ancok, Psikolog dan Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta dalam ceramahnya pada saat acara pembukaan pelatihan Outbound Pejabat Eselon I&II Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang dilaksanakan tanggal 11 Desember 2015 di Wisma Tamu Puspiptek Serpong.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir pada saat membuka secara resmi pelatihan outbound tersebut juga mengungkapkan perlunya upaya untuk saling mengenal secara personal di antara para pejabat untuk membangun rasa kebersamaan dan menumbuhkan sinergi.

“Kegiatan outbound seperti ini sangat bermanfaat untuk saling mengenal secara lebih dekat lagi diantara kita yang sebelumnya berasal dari 2 organisasi yang berbeda, yakni Kemenristek dan Ditjen Dikti. Saya minta supaya kegiatan outbound nantinya berlanjut ke eselon III, IV dan staf. Bahkan outbound juga bisa dilakukan masing-masing unit eselon I secara internal”, ujarnya.

Keinginan untuk melakukan pelatihan outbound, sebagaimana disampaikan oleh Sesjen Kemenristekdikti, Ainun Na’im, dilatarbelakangi oleh pembentukan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang merupakan penggabungan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Seiring dengan telah terbentuknya struktur organisasi Kemenristekdikti sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. pengisian jabatan eselon 1 (jabatan pimpinan tinggi madya) dan jabatan eselon 2 (jabatan pimpinan tinggi pratama) telah dilakukan melalui seleksi terbuka (open bidding) sesuai dengan ketentuan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai hasilnya, telah terpilih dan dilantik sebanyak 10 (sepuluh) orang pejabat eselon 1 dan sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang pejabat eselon 2 di lingkungan Kemenristekdikti. Karena proses rekrutmen dilakukan secara terbuka, para pejabat yang terpilih berasal dari berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi, yang tentu saja memiliki nilai dan budaya yang berbeda satu sama lain. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyatukan nilai, budaya dan membangun kebersamaan adalah melalui pelatihan outbound.

Kegiatan pelatihan outbound yang berlangsung hingga Sabtu, 12 Desember 2015 tersebut difasilitasi oleh Pusdiklat Kemenristekdikti. Pada kesempatan tersebut, para peserta pelatihan outbound juga menuliskan secara pribadi impian masing-masing tentang Kemenristekdikti ke depan, nilai (value) dan komitmen yang akan dibangun ke depan, serta kebiasaan-kebiasaan yang perlu ditinggalkan. Komitmen bersama ini sedang dalam tahap finalisasi dan nantinya akan menjadi ‘janji’ yang harus dipatuhi bersama. (rs/pusdiklat)