(Batam, 04/0812076) Rencana pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik dalam program energi nasional sudah diputuskan oleh pemerintah pada tahun 1985 dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber energi fosil yang kian terbatas. Selama ini bahan fosil (lebih dari 50%) masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi yang terus meningkat, pemerintah terus berupaya mencari potensi sumber energi lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan fosil.

Dari hasil studi terhadap berbagai sumber energi yang ada di wilayah lndonesia, sumber energi baru dan terbarukan (EBT), diantaranya panas bumi, angin, matahari, biomasa, mikrohidro, biodiesel, gelombang dan nuklir layak dipertimbangkan sebagai substitusi sumber energi fosil. Melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2OO5-2O25, energi nuklir akan mulai dimanfaatkan pada tahun 2075-2079 dengan persyaratan keselamatan yang ketat. Sebelumnya pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang menetapkan penggunaan EBT sekitar t7 % (5 % diantaranya nuklir) hingga tahun 2025.

Sebagai langkah implementasi keputusan pemerintah tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditugasi untuk menyiapkan berbagai aspek teknis yang terkait dengan PLTN, yang meliputi desain, keselamatan, konstruksi, pengoperasian, fabrikasi bahan bakar, pengolahan limbah radioaktif dan dekomisioning, termasuk penyiapan sumberdaya manusia (SDM) sebagai operator. Penguatan SDM PLTN telah dilakukan BATAN sejak tahun 1987 dengan memanfaatkan fasiltas penelitian BATAN di Kawasan pusat Penelitian dan llmu Pengetahuan (Puspiptek), Serpong.

Guna mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan, BATAN kemudian melaksanakan studi calon lokasi PLTN. Selain aspek teknis, bersama institusi lain, BATAN juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas agar pembangunan PLTN dapat dipahami dan dimaknai sebagai upaya memenuhi kebutuhan listrik bagi keberlanjutan pembangunan nasional, baik untuk masa kini maupun masa mendatang.

Tahun 1991-1996 hasil studi telah menetapkan lokasi terpilih di Kabupaten Jepara yang memiliki potensi untuk dibangun 7-10 unit PLTN dan tahun 2077-2073 menetapkan lokasi terpilih di Provinsi Bangka Belitung yang berpotensi dibangun 10 PLTN. Sejalan dengan keinginan berbagai daerah untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan listrik, Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Pulau Batam termasuk daerah yang tertarik untuk membangun PLTN.

Kerja sama antara BATAN dengan Badan Penguasahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam telah ditandatangani tahun 201.5. Kerja sama tersebut diantaranya untuk mengetahui potensi energi nuklir dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik di Pulau Batam, Pulau Batam yang bertumbuh dengan pesat sebagai kawasan industri, perdagangan dan pariwisata membutuhkan infrastruktur ekonomiyang kuat, termasuk pasokan listrik untuk mempertahankan keberlangsungan pertumbuhannya.

Dari seluruh investasi asing ke lndonesia, Batam menyumbangkan sekitar 1,1 % dan diantara wisatawan mancanegara yang berkunjung ke lndonesia 30 % nya merupakan wisatawan ke Pulau Batam. Pertumbuhan industri juga meningkat pesat, terutama industri pesawat terbang dan galangan kapal. Pertumbuhan tersebut harus ditopang dengan kecukupan pasokan listrik.

Dalam upaya mendorong Batam untuk terus berkembang menjadi kawasan industri yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan listrik, Badan Pengusaahaan (BP) Batam dan BATAN menjalin kerja sama mengembangkan energi nuklir untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Sejak tahun 2015, BATAN sudah menugaskan Tim untuk melakukan studi awal (pre-elemenary study) untuk mengetahui potensi wilayah Batam dibangun PLTN. Selain dengan BATAN, BP Batam juga menjalin kerja sama dengan Rosatom, salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah Rusia untuk mengembangkan PLTN di Pulau Batam.

Guna mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari para penentu kebijakan energi (pemerintah), pakar energi dan listrik, praktisi dan akademisi, serta masyarakat luas terkait dengan potensi Pulau Batam dibangun PLTN, BATAN bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam akan menggelar seminar nasional dengan mengangkat topik “Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan lndustri Nasional dan Peningkatan Kualitas SDM”. Seminar akan menghadirkan pembicara dari Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Ristek Dikti, BATAN, Bp Batam, lnternational Atomic Energy Agency (IAEA), dan politeknik Negeri Batam.

Plh. Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama

Eko Madi Parmanti

Siaran Pers Batan No: B-7768/BATAN/HHK/HM01/08/2016

Contact Person:

Purnomo 085778786806

purx@batan.go.id

my.purnomo71@gmail.com