CILEGON – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kini dapatkan gedung baru. Yakni gedung Dekanat Fakultas Teknik yang baru saja diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Senin (20/03) di Kawasan Kampus Untirta, Banten.

Acara peresmian ini selain dihadiri oleh Mohamad Nasir, juga dihadiri antara lain oleh Rektor Untirta Soleh Hidayat, Ketua MUI Provinsi Banten AM. Romly, anggota DPR RI sekaligus koordinator Nusantara Mengaji Jazilul Fawaid, Gubernur Banten yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi, dan Walikota Cilegon Tubagus Imam Ariyadi.

Sebelum meresmikan gedung yang baru, acara dibuka dengan khataman Al Quran (Kampus Nusantara Mengaji) dengan harapan agar gedung baru yang nantinya diresmikan kelak dapat membawa keberkahan bagi mahasiswa dan dapat membawa kedamaian bagi Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir didapuk untuk memimpin khataman Quran dengan membaca surat Ad-dhuha sampai dengan surat An-Nas.

Dalam peresmian Gedung Dekanat tersebut, Nasir mengungkapkan bahwa tujuan dibangunnya gedung ini ialah untuk penyelenggaraan Pendidikan yang lebih baik, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Karena menurutnya, ada tiga hal yang harus dilalui setiap insan dalam mencapai tujuan, yakni Syariat, Tarekat dan Hakikat.

“Dalam dunia pendidikan, Syariat merupakan Fasilitas Perguruan Tinggi, Tarekat adalah Sumber Daya Manusia, dan Hakikat merupakan tujuan yang ingin dicapai yakni Daya Saing Nasional,” papar Nasir.

Daya saing bangsa bisa dipenuhi dengan skill worker atau qualified worker, dan innovation, tambah Menteri yang berasal dari Undip tersebut.

Menurutnya inovasi bisa dicapai kalau ada riset yang baik. Riset menghasilkan inovasi yg baik. Riset tidak bisa dilakukan dg baik kalau tidak dilakukan oleh sumber daya yang berkualitas.

Nasir menjelaskan bahwa Sumber Daya yang berkualitas harus memiliki tiga unsur, yakni pertama harus cerdas. “Karena kalau kita tidak cerdas, tidak mungkin kita bisa bersaing” ujarnya.

Nasir juga melihat ada beberapa faktor lulusan agar mumpuni pada bidangnya masing-masing.

“Jika lulusannya tidak baik atau tidak berkualitas, maka ada beberapa faktor, pertama proses belajar yang tidak baik atau infrastruktur yang tidak baik. Kedua kerja keras. Karena tanpa kerja keras, kita tidak mungkin bisa mencapai tujuan kita. Ketiga ialah ikhlas. Mahasiswa jangan mudah mengeluh apabila mendapatkan tugas dari dosennya. Karena dengan ikhlas mengerjakan tugas, mahasiswa bisa lebih mudah menerima ilmu yang diberikan dosennya,” ungkapnya.

Masih menurut Nasir, untuk mencapai daya saing bangsa yang kuat, maka rangkaian skill worker harus berkualitas, inovasinya harus baik, berdasarkan riset yang baik, dengan didukung Sumber daya yang baik. “Ini sangat penting sekali. Semuanya harus dirangkai dalam institusi yang kuat,” ujarnya.

Sebagai penutup dalam sambutannya, Nasir mendoakan semoga dengan diresmikannya gedung Dekanat Fakultas Teknik tersebut mampu membawa keberkahan, dapat bermanfaat, sehingga mampu menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang bisa membangun Indonesia yang penuh berkah. (TJS)

Galeri