KAMBOJA – ASEAN Committee on Science and Technology (COST) Sub Committee Meeting dibuka oleh Ms. Lee Sing Cheong selaku Senior Officer untuk Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) ASEAN Secretariat (Asec) di Siem Reap, Kamboja (24/10).

Pertemuan yang diselenggarakan satu kali dalam setahun ini bertujuan untuk memberikan ulasan proyek kerja sama yang sedang berjalan sekaligus mengkaji dampak dan efektif tidaknya proyek kerja sama tersebut dalam meningkatkan kapabilitas iptek di kawasan ASEAN. Selain itu, pertemuan Sub-Committee kali ini juga membahas perkembangan rencana kerja (work plans) 2016-2025 berdasarkan strategic thrust yang tertuang dalam ASEAN Plan of Action on Science, Technology, and Innovation (APASTI) 2016-2025 yang telah ditetapkan sebagai pedoman kerja sama iptek di kawasan ASEAN pada pertemuan tingkat menteri ke-16 di Vientiane, Laos, tahun 2015 yang lalu.

Sub-Committees ini merupakan bidang kerja sama yang menjadi prioritas bersama antara negara anggota ASEAN. Terdiri dari 9 (sembilan) bidang yakni Sub-Committee on Biotechnology (SCB), Sub-Committee on Food Science and Technology (SCFST), Sub Committee on Science and Technology Infrastructure and Resources Development (SCIRD), Sub Committee on Meteorology and Geophysics (SCMG), Sub-Committee on Microelectronics and Information Technology (SCMIT), Sub-Committee on Marine Science and Technology (SCMST), Sub-Committee on Material Science and Technology, Sub-Committee on Sustainable Energy Research (SCSER), dan Sub Committee on Space Technology and Applications (SCOSA). Kecuali SCMG, kedelapan Sub-Committees bersidang secara paralel hari ini. “Masing-masing Sub Committee harus mengindikasikan tiga area utama yang akan dikerjasamakan dalam 3 tahun implementasi APASTI,” ujar Lee Sing Cheong dalam paparan pada pembukaan pertemuan ASEAN COST Sub Committee pagi ini.

Pertemuan Sub-Committee tersebut merupakan rangkaian pertemuan ASEAN COST-71 yang diselenggarakan oleh Ministry of Industry and Handicraft Kamboja pada tanggal 24-29 Oktober di Siem Reap, Kamboja. Hasil  pertemuan Sub-Committee tersebut akan disampaikan oleh para Chairperson tiap Sub Committee pada pertemuan tingkat Senior Official Meeting pada ASEAN COST -71 Meeting tanggal 26 Oktober 2016.

Pada pertemuan SCIRD yang saat ini sedang berlangsung, Indonesia menegaskan diri untuk aktif dalam pengembangan riset, teknologi, dan inovasi dengan berhasil menjadi pimpinan (lead) pada 2 (dua) prioritas area yaitu “Science, Technology and Innovation (STI) support to MSMEs starts ups and the bottom of the pyramid” dan “Public Private Partnership Platform”. Selain itu, dalam pertemuan tersebut disepakati Indonesia untuk menjadi focal point pada ASEAN Journal on Science and Technology for Development (AJSTD) mulai tahun 2018, menggantikan Malaysia yang kepemimpinannya akan berakhir pada akhir 2017.

Sub-Committees Meeting dihadiri oleh para focal point Indonesia, yakni Sekretaris Utama LAPAN, Kepala Puspiptek, Kepala Pusat Penelitian (P2) Bioteknologi LIPI, Kepala P2 Kimia LIPI, Kepala P2 Informatika, Kepala P2 Oseanografi, Kepala P2 Tenaga Listrik dan Mekatronik, perwakilan dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Hassanudin, Universitas Airlangga dan COST Secretariat untuk Indonesia. (nf/ap/kskp/sj).