Jakarta-Perkembangan dan pembangunan suatu negara atau bangsa dapat dilihat dari bagaimana  peran pendidikan tinggi dan juga peran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai suatu bangsa, demikian keterangan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) saat memberi sambutan pada acara Dies Natalis Universitas Terbuka (UT) ke-31 di Pondok Cabe, Tangerang mewakili Menristekdikti, Jumat, (3/9).

Menurutnya indikator kemampuan atau daya saing bangsa terletak pada faktor pendidikan tinggi dan inovasi karena hal tersebut menentukan seberapa kuat tingkat daya saing suatu bangsa. UT merupakan bagian dari inovasi bangsa Indonesia pada layanan pendidikan tinggi, yang mana alumni UT saat ini telah berjumlah kurang lebih 1.300.000 orang.

“Tanpa ada inovasi proses pelayanan pendidikan tinggi melalui UT, maka akan banyak Warga Negara Indonesia yang tidak bisa menikmati atau mengakses pendidikan tinggi” imbuh Sekjen Kemristekdikti. Ainun menjelaskan saat ini kita mengenal apa yang disebut Massive Open Online Courses (Moocs)  yaitu proses pembelajaran terbuka dan online dimana tersedia mata kuliah, proses pembelajaran dalam jumlah  ribuan dapat diakses dengan murah dan gratis. Seseorang dapat melakukan proses pembelajaran, berkomunikasi interaktif,  praktek tanpa tergantung pada tempat, waktu dan passion.  Salah satu lembaga pendidikan tinggi yang menyediakan hal tersebut adalah  Stanford University, Chichago University  dan diikuti oleh beberapa negara Eropa dan Jepang.

“Pemerintah dalam hal ini Kemristekdikti akan mendukung Universitas Terbuka untuk  menyediakan fasilitas pembelajaran dan penelitian bagi seluruh masyarakat, tidak hanya Indonesia tetapi warga dunia pun akan bisa mengakses UT.” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UT Tian Belawati menyampaikan bahwa makna pagar bangsa sebagaimana tema Dies Natalis UT ke-31 adalah untuk melindungi bangsa. Kekayaan alam dapat dikeruk dan habis, oleh karena itu tidak dapat diharapkan untuk berfungsi sebagai pagar bangsa. Namun anak bangsa merupakan bagian integral yang tidak mungkin punah jika kita ingin tetap eksis sebagai sebuah bangsa. Pagar yang akan melindungi  sebuah bangsa adalah anak bangsa yang terdidik, memiliki rasa nasionalisme tinggi dan kemandirian dan bermartabat.

Rektor UT juga berkesempatan memberikan penghargaan atau UT Award untuk mitra terbaik kepada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Taiwan dan kepada Unit Pendidikan Jarak Jauh (UPJJ) terbaik tahun 2015 secara berurutan yaitu Palembang, Bandung dan Bengkulu, sekaligus meluncurkan buku profil mahasiswa UT yang juga diberikan sebagai cenderamata.

Turut hadir dalam acara Dies Natalis ini, Hj. Airin Rachmi Diani, Walikota Tangerang Selatan dan Linda Agum Gumelar sebagai Alumni dan Ketua IKA UT serta Rektor UT terdahulu. (EKSY)