BATAM – Jumlah perguruan tinggi di Indonesia sangat banyak, sementara hanya sedikit  memiliki mutu yang bagus. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti terus melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi agar mutunya menjadi lebih baik.

Hal tersebut dikatakan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo pada saat Rapat Kerja Kopertis Wilayah I, di Nagoya Hill Hotel, Batam, Jum’at 5 Mei 2017. Rapat Kerja yang dikuti seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) se Sumatera Utara ini mengusung tema “Perbaikan Tata Kelola Menuju Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Swasta.”

“Kami tidak hanya melakukan pendampingan pada perguruan tinggi yang terakreditasi C ke B saja, namun kami juga melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi yang memiliki akreditasi B ke A, bedanya, pendampingan perguruan tinggi yang memiliki akreditasi B ke A dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, sedangkan perguruan tinggi yang memiliki akreditasi C ke B dilakukan oleh Kopertis, yang disupervisi oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti,” tambah Patdono.

Lebih lanjut Patdono menegaskan bahwa Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti telah memberikan target kepada seluruh kopertis, minimal ada satu perguruan tinggi di wilayahnya yang memiliki akreditasi A. Sementara untuk pendampingan peningkatan akreditasi perguruan tinggi ini dilakukan tanpa memungut biaya apapun alias gratis.

Koordinator Kopertis Wilayah I Dian Armanto selaku tuan rumah dalam sambutannya mengatakan bahwa tata kelola perguruan tinggi harus baik. “Saat ini di Kopertis Wilayah I ada dua PTS yang memiliki akreditasi program studi (prodi) A, untuk prodi akreditasi B ada sekitar empat ratus dan  akreditasi C ada lima ratus, selain itu juga masih ada beberapa prodi yang masih reakreditasi.

“Terutama untuk yang masih reakreditasi itu kami terus melakukan pendampingan kepada PTS tersebut, sehingga target kami tahun 2018 ada dua ratusan prodi yang memiliki akreditasi. Untuk PTS yang masih memiliki akreditasi C untuk meningkatkan akreditasnya ke B hingga ke A, Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti akan terus melakukan supervisi dan pendampingan, ” tutur Dian.

Dian menghimbau kepada seluruh PTS di Kopertis Wilayah I untuk melakukan perbaikan dalam mutu, terutama pada tata kelola perguruan tinggi dengan baik. Harapannya kedepan perguruan tinggi di lingkungan Kopertis Wilayah I menyadari dan fokus untuk menerapkan standar perguruan tinggi yang baik itu.

Sementara itu Rektor Universitas Medan Area Yakub Matondang mengatakan dari 20 program studi yang dimiliki Universitas Medan Area semua terakreditasi B, hanya satu ada terakreditasi A. Universitas Medan Area memiliki komitmen untuk terus melakukan peningkatan mutunya melalui pendampingan yang terus dilakukan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti kemenristekdikti beserta Kopertis Wilayah I.

“Seluruh satker di Universitas Medan Area baik yayasan maupun rektorat dengan dukungan dari Kopertis Wilayah I bekerjasama untuk meningkatkan mutu. Sampai sekarang seluruh prodi di Universitas Medan Area memiliki akreditasi B kecuali satu yang terakreditasi A. Selain itu, pendampingan yang dilakukan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti tidak dipungut biaya,” jelas Yakub. firly/rudsnow