SIARAN PERS

Pemerintah Apresiasi Dosen dan Tenaga Kependidikan Indonesia

Bandung, 28 Oktober 2016

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, semangat yang sama untuk kemajuan bangsa Indonesia juga didongkrak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada para pendidik di negeri ini. Melalui Direkrorat Jendral Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti setiap tahunnya menyelenggarakan Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional dengan kategori: Dosen, ketua program studi, laboran, pustakawan, pengelola keuangan, dan, tenaga administrasi akademik berprestasi. Tahun 2016 ini terdapat 266 orang pendaftar, yang terpilih menjadi 60 orang finalis dimana setiap kategori terdiri dari 10 orang.

Penyelenggaran penganugerahan Diktendik berprestasi tahun ini sudah yang ke 13 kalinya. Kali ini tema strategis yang diangkat adalah Berprestasi Tiada Henti membangun Ibu Pertiwi. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dimana seluruh peserta dari semua kategori telah mempresentasikan karya unggulannya masing-masing, terpilih 3 pemenang terbaik dari setiap kategori.

Beberapa diantaranya yaitu untuk kategori laboran berprestasi secara berurutan adalah Amiruddin (UI) Juara I, Esti Prihantini (IPB) Juara II, dan Yusuf Umardani (UGM) Juara III. Ketua Prodi berprestasi dimenangkan oleh Juara III Widjodjo Adi (UI), Juara II Harwin Saptoadi (UGM) dan Juara I Iman Rusman (IPB). Kategori administrasi akademik dimenangkan oleh Juara III Franky Argus (UGM), Juara II Andi Saputra (Universitas Andalas), Ponco Hadi Heru (Universitas Katolik Soegijapranata Semarang). Kemudian dosen berprestasi diraih oleh Siti Machmudah (ITS) sebagai Juara III, Luki abdullah (IPB) sebagai Juara II, dan Agung Endro (UGM) sebagai Juara I.

Direktur Jenderal Sumber Daya IPTEK dan DIKTI, Ali Ghufron Mukti mengutarakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar setiap perguruan tinggi (PT) terdorong untuk memiliki sistem penghargaan yang terprogram bagi dosen dan tendik, meningkatkan motivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam pelaksanaan tridharma PT dan menumbuhkan kebanggaan di kalangan dosen dan tendik terhadap profesinya.

“Pemberian penghargaan ini juga diharapkan mampu mendorong dosen dan tendik untuk berprestasi secara lebih produktif hingga tercapainya tujuan pengembangan sistem pendidikan tinggi khususnya dan pembangunan sosial pada umumnya.” tambah Ghufron pada Grand Final Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional 2016 di Grand Hotel Asrilia, Bandung, 28 Oktober 2016.

Lebih lanjut Ghufron mengatakan bahwa antusiasme perguruan tinggi terhadap kegiatan yang telah dimulai sejak tahun 2004 ini begitu besar, terlihat dari banyaknya proposal masuk yang diajukan oleh perguruan tinggi. “Banyaknya proposal yang kami terima menjadi pertanda bahwa perguruan tinggi memiliki antusias yang luar biasa dalam melaksanakan kegiatan ini.

Ali Ghufron menyebutkan para finalis dosen publikasinya sangat luar biasa, kemudian ketua prodi memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan prodi. Lalu laboran sekarang ini tidak hanya didorong sebagai tenaga terampil dan ahli tapi juga dikirim yang bagus-bagus ke luar negeri. Tidak luput tenaga administrasi akademik dan pengelola keuangan juga sangat penting. Finalis merupakan orang-orang yang memiliki integritas tinggi.

Jumlah peserta Diktendik Berprestasi Tahun 2016, tercatat sebanyak 266 orang dengan rincian; kategori administrasi akademik berprestasi 36 orang, kategori dosen berprestasi 63 orang, kategori kepala program studi berprestasi 48 orang, kategori laboran berprestasi 44 orang, kategori pengelola keuangan berprestasi 36 orang, dan kategori pustakawan berprestasi 38 orang.

Setiap nominasi di setiap katagori, telah melakukan presentasi terkait capaian prestasi dan inovasi yang dilakukannya kepada para dewan juri yang mengampu bidang katagori. Dewan juri sendiri merupakan insan pendidikan tinggi yang terpilih dikarenakan rekam jejak prestasi, kepakaran dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas Tri Dharma Pendidikan Tinggi.

Direktur Karir dan Kompetensi Sumberdaya Manusia, Bunyamin Maftuh menjelaskan program ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan penghargaan atas prestasi dosen dan tenaga kependidikan.

“Artinya prestasi ini tidak berhenti pada malam ini tapi justru menjadi awal,” ujarnya. Bunyamin melanjutkan pemenang dosen berprestasi diberikan penghargaan uang sebesar Rp.40juta, pemenang kedua Rp.30juta dan pemenang ketiga Rp. 25juta. Sedangkan untuk pemenang tenaga kependidikan secara berurutan berhak mendapatkan Rp.30 juta, Rp. 25 juta dan Rp. 20 juta. Dan untuk semua finalis tetap diberikan penghargaan uang masing-masing sebesar Rp.5 juta dan komputer tablet.

##