Solo – Kebutuhan listrik yang mendasar bagi masyarakat, menggerakkan inovasi Universitas Dipenegoro (Undip) untuk menjangkau listrik di daerah pesisir. Dalam Pameran Ritech Expo 2016 di Stadion Manahan Solo, Undip memperkenalkan refuse elektro dialisis.

Fungsi alat ini adalah untuk membuat energi listrik melalui pertemuan dua jenis air. “Jadi air laut dan air sungai dilewatkan melalui membran khusus untuk menghasilkan energi listrik,” ujar Naike, fasilitator di booth Undip.

Penerapan alat ini sangat baik jika digunakan di muara. Keunggulan pembangkit listrik ini dibandingkan alat pembangkit lainnya adalah alat ini bisa digunakan tanpa aturan waktu siang atau malam, bisa digunakan secara kontinyu karena aliran sungai yang kearah laut tidak pernah berhenti.

Kedepannya pengembangan pembangkit listrik ini adalah untuk mempunyai resisten yang kecil agar mempunyai daya yang lebih besar. Namun nilai ekonomis alat ini masih jadi pertimbangan jika ingin dikembangkan secara massal. (Dzi/rhi)