Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Kemristekdikti) Dr Didin Wahidin didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang (UNNES),  Dr Bambang Br serta Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Ismet Yusputra melakukan kunjungan di rumah calon penerima Beasiswa Bidikmisi dari UNNES, Jumat (5/5).

Kali ini yang dikunjungi Rokhayani calon mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial yang tinggal di Plalangan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

156bed2a-27c5-4d3b-9530-277b661f03cb

Didin Wahidin memastikan beasiswa full study yang dikucurkan oleh kementerian itu tak salah sasaran. Sebab, beasiswa yang mulai diluncurkan 2010 lalu ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi namun berasal dari keluarga tak mampu secara ekonomi. Penerimanya terbebas dari segala biaya selama empat tahun kuliah dan memperoleh biaya hidup Rp600 ribu per bulan.

Ia menyampaikan, penerima bantuan pendidikan Bidikmisi harus tepat sasaran. Tidak ada lagi siswa SMA yang ingin melanjutkan studi lanjut ke Perguruan Tinggi Negeri terhalang oleh kemiskinan. Pemerintah melalui Kemristek akan hadir untuk memutus rantai kemiskinan tetapi harus tetap mengedepankan prestasi.

0c171c50-6f10-4f21-be74-2e1f2329d44e

Di rumah yang berlantai tanah dan berdinding bata, Didin Wahidin menyampaikan beberapa pertanyaan, “Pak Suprapto (ayah Rokhyani) keseharian pekerjaanya apa ?. Supraptono menjawab “saya tukang sadap di perkebunan karet pak,” jawabnya.
Kemudian dilanjutkan dengan satu pertanyaan lagi, “berapa pendapatan bapak dalam sehari?. Ia menjawab,”pendapatan saya hanya Rp 37.000 setiap harinya pak.

Setelah bertanya Didin Wahidin berpesan kepada Rokhayani,”setelah diterima sebagai penerima bantuan dana pendidikan Bidikmisi nanti, kamu harus terus berprestasi dan tunjukan bahwa kemiskinan bukan halangan untuk berprestasi”.

9f4b396a-7e93-40e7-a3ef-a75280260484