Washington DC 10 Mei 2017. Pada minggu pertama bulan Mei, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bersama-sama 50(lima puluh) Kedutaan Besar Asing lain dari wilayah Afrika, Asia, Oceania, Timur Tengah, dan the America, kembali berpartisipasi dalam acara tahunan yang bertajuk “Around the World Embassy Tour (Passport DC), tahun 2017. Pada hari itu KBRI Washington DC, termasuk semua unsur Atase Teknis, bersama-sama mempromosikan keragaman budaya, sejarah dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Washington DC, sebagai bagian dari International “Cultural Awareness Month”. Berbagai acara dirancang KBRI untuk meningkatkan upaya diplomasi publik dan people to people contact, memperkenalkan Indonesia dan sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia di kalangan masyarakat AS, yakni melalui keanekaragaman seni budaya, potensi wisata, kuliner serta promosi potensi produk Indonesia lainnya.

Partisipasi KBRI kali ini adalah kesembilan kalinya, dan pada tahun ini KBRI dikunjungi oleh 7830 warga DC (dibanding tahun lalu 5450 orang), walaupun cuaca kurang cerah dan hujan rintik-rintik menerpa kota DC dari pagi hingga sore. Pada kesempatan kali ini KBRI menampilkan keragaman budaya Indonesia, antara lain; penampilan gamelan KBRI,  Workshop silat Al Azhar, penampilan tim Indonesian Kids Performing Arts (IKPA), Santi Budaya DC, dan Banjar Bali Community.

Untuk kedua kalinya tahun ini telah ditampilkan musik dangdut live yang diisi oleh Pesona Irama Group dari kalangan diaspora setempat. Selain kelompok Reog Singolodoyo dan Saroha (Sumut), untuk pertama kalinya KBRI menghadirkan kelompok musik keroncong Rumput yang kesemuanya terdiri dari warga bule AS dari wilayah Richmond, Maryland. Total peserta acara seni budaya pada kegiatan ini mencapai lebih dari 150 orang.

asdaf

Di samping itu, ditampilkan juga historic corner dengan video sejarah gedung KBRI yang diproduksi sendiri oleh KBRI, video tiga dimensi tentang pariwisata, di samping berbagai kain tenun dan alat musik tradisional dari wilayah Sumatera Utara. Sebuah booth bagi anak-anak (Kids Corner) untuk workshop batik juga ramai dikunjungi dan menjadi rebutan. Acara juga diisi oleh 25 siswa tamu dari sekolah setempat yaitu Drew Elementary School yang tampil membawakan angklung dan kelompok paduan suara West Nottingham School yang menyertakan ke dalam timnya beberapa siswa SMA dari Papua yang sedang mengikuti tugas belajar di AS.

Tiga buah food truck milik warga Indonesia, yaitu Sate Sarinah, Java Cove dan Galanga yang berjualan masakan khas Indonesia diposisikan berjejer di depan jalan KBRI yang ramai dipesan pengunjung. Acara Passport DC tahun ini juga menyajikan teh dan kopi Indonesia. Atase Perdagangan menampilkan Specialty Coffee dari Sumatara Purbatua dan Sulawesi Toarco, yang di-roast oleh diaspora Indonesia dan Nagadi Coffee Roastery yang berbasis di Maryland. Sajian lain adalah produk makanan dan minuman ringan Indonesia (seperti kacang Garuda, keripik Kusuka, permen jahe, dan lain-lain).

Di samping itu juga ada deretan booth yang berisi barang kerajinan suvenir Indonesia, utamanya dari Bali dan Jawa berupa topeng, wayang, asesoris, kalung, barang tenunan, batik, kerajinan kayu, handicraft dan home décor yaitu dari Indoboutique, Pretty Art dan Joglo House yang berkiprah di wilayah DMV. Sebagai upaya membantu memasarkan paket belajar di Indonesia kepada masyarakat AS, Youth for Understanding – Intercultural Exchange Program (yfuusa.org), diberikan kesempatan untuk mempromosikan kegiatan mereka pada kesempatan acara ini. Selain itu, KBRI juga mendukung   upaya promosi berupa pembagian brosur oleh Panitia Pelaksana Batik 5K Run 2017 (untuk kegiatan yang akan berlangsung di Washington DC pada tanggal 3 September).

Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Washington DC dalam arahannya memberikan perhatian serius pada kegiatan ini karena merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia pada masyarakat setempat. Kegiatan sehari (yang tahun ini dihadiri 7000+ pengunjung) bersifat efisien (sangat ekonomis) untuk menjaring audience bagi promosi Indonesia, menyaksikan langsung berbagai penampilan seni budaya Indonesia, mengenal kuliner dan beberapa produk art and craft Indonesia, serta mendapat berbagai informasi tentang Indonesia. (PSD)

asdas