Rangkaian proses Seleksi dan Pemilihan Rektor UGM mencapai puncaknya dengan penyelenggaraan Rapat Pleno Majelis Wali Amanat UGM pada Senin (17/4) di Balai Senat UGM. Usai pertemuanyang berlangsung selama 4 jam ini, MWA menetapkan Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. sebagai rektor terpilih yang akan memimpin UGM lima tahun ke depan.

“Kita telah mengikuti proses dengan baik dan mengakhiri pleno siang ini dengan hasil akhir Prof. Panut Mulyono dengan 15 suara dan Prof. Ali Agus dengan 10 suara. Dengan ini yang ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat sebagai Rektor UGM peroide 2017-2022 adalah Prof. Panut Mulyono,” ujar Ketua MWA Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. selaku ketua sidang saat mengakhiri putaran terakhir pemilihan suara siang tersebut.

Rapat Pleno ini dihadiri oleh 18 dari 19 anggota MWA, yaitu Sri Sultan HB X, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Prof. Intan Ahmad, Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., Prof. Ainun Na’im, MBA., Ph.D., Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK(K)., Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA., Prof. Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc., Subejo, SP., M.Sc., Ph.D., Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., Paminto Adhi, SE., M.Si, Muhsin Al Anas, Prof. Dr. Tahir, MBA., Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., Ir. Agus Priyatno, Ir. Budi Karya Sumadi, Wisnuntoro, S.E., M.M, Dr.es.sc.tech., serta Ir. Ahmad Rifai, MT.

whatsapp_image_2017-04-17_at_15_08_58

Sebelum dilakukan pemungutan suara, MWA memberikan kesempatan kepada ketiga calon rektor untuk menyampaikan program kerja mereka masing-masing. Secara berurutan, ketiga calon rektor, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., Dr. Erwan Agus Purwanto., dan Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng memaparkan program kerja dalam waktu 10 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 30 menit.

Usai pemaparan program kerja, rapat pleno dilanjutkan pemungutan suara secara langsung, bebas, dan rahasia. Masing-masing anggota MWA kecuali rektor yang sedang menjabat memiliki hak untuk memilih satu dari tiga calon. Jumlah total suara yang diperebutkan dalam pemilihan ini adalah 25 suara dengan perincian masing-masing 1 suara bagi tujuh belas anggota MWA selain rektor dan Menristek Dikti, serta 9 suara bagi perwakilan dari Menrisek Dikti. Hal ini sesuai dengan PP No. 67 tahun 2013 pasal 27 (8) tentang penetapan UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara yang berbunyi “Anggota Majelis Wali Amanat mempunyai hak suara yang sama kecuali dalam Pemilihan Rektor. Dalam pemilihan Rektor anggota dari unsur Menteri memiliki 35 persen hak suara dari semua hak suara.”

 Dari yang awalnya direncanakan untuk berlangsung dalam 2 putaran, pemungutan suara akhirnya harus diselenggarakan dalam 3 putaran karena adanya jumlah suara yang sama pada putaran pertama antara peringkat kedua dan ketiga. Dalam putaran pertama, Panut Mulyono mengungguli dua calon rektor lainnya dengan 11 suara, sementara Ali Agus dan Erwan Agus sama-sama memperoleh 7 suara. Karena itu, pleno memutuskan untuk mengadakan satu putaran tambahan untuk menentukan calon kedua yang akan maju ke pemilihan tahap terakhir bersama Panut Mulyono.

“Pemilihan terjadi 3 tahap karena pada tahap pertama urutan kedua dan ketiga jumlahnya sama, jadi diulang lagi khusus untuk menentukan ranking 2 dan 3 dulu baru kemudian lanjut ke tahap ketiga,” ujar sekretaris MWA Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA.

Pada putaran tambahan ini, Erwan Agus memperoleh 12 suara, sementara Ali Agus memperoleh 13 suara untuk lolos ke putaran terakhir. Dalam pemilihan akhir yang menyisakan dua calon rektor, Panut Mulyono dan Ali Agus, perolehan suara terbanyak diraih oleh Panut Mulyono yang memperoleh 15 suara, mengungguli Ali Agus yang memperoleh 10 suara.

“Saya bersyukur semuanya telah berjalan dengan baik. Untuk itu mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar nantinya saya bisa menjalankan amanah yang sangat berat ini, untuk kemajuan UGM, bangsa, dan negara,” ujar Panut usai penutupan Rapat Pleno MWA.

Saat ditanya tentang program kerja yang akan segera dijalankan setelah pelantikan pada bulan Mei mendatang, pria yang saat ini masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik ini menjawab bahwa ia masih akan meneruskan program-program yang sudah dirancang dan dilaksanakan oleh rektor yang menjabat saat ini, terutama terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UGM. Selain itu, ia juga akan terus mendorong pengembangan penelitian demi meningkatkan reputasi UGM dan memperbesar kontribusi UGM bagi negara.

Selain dihadiri anggota MWA, turut hadir dalam pleno ini anggota dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang turut mengawal dan mengawasi proses pemilihan rektor UGM. Kepada wartawan yang hadir, Ketua KASN Sofian Effendi menyatakan bahwa proses pemilihan rektor UGM telah berlangsung dengan adil dan transparan. Lebih lanjut ia menjelaskan, pemilihan rektor kali ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam memilih putra-putri terbaik sebagai pimpinan tertinggi.

“Melalui proses yang sangat adil, transparan, dan jujur, pagi ini kita telah berhadil memilih 1 dari 3 calon rektor yang terbaik. UGM telah berhasil kembali menunjukkan dan menetapkan standar yang dapat digunakan oleh semua Perguruan Tinggi se-Indonesia bagaimana memilih calon rektor tanpa ribut-ribut, tapi dengan damai dan dengan semangat persaudaraan, semuanya demi kepentingan UGM,” jelasnya. (Humas UGM/Gloria: Foto: Firsto)

whatsapp_image_2017-04-17_at_10_29_54