Makassar – Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Tuntutan peningkatan produktivitas dan produksi seiring dengan peningkatan kebutuhan akan bahan pangan diupayakan dijawab melalui penerapan teknologi budidaya, termasuk teknologi dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Bagi mayoritas masyarakat, nasi sudah menjadi makanan pokok yang di konsumsi setiap hari. Namun terkadang nasi yang dimakan, memiliki kualitas kurang baik dikarenakan padi terserang oleh penyakit Tungro.

Tungro adalah salah satu penyakit tanaman padi yang di tularkan oleh serangga wereng hijau dan sampai saat ini masih mendapat perhatian terkait upaya peningkatan produksi padi Nasional.

Penyakit tungro ini, bisa dikatakan salah satu penyakit penting pada padi. Penyakit ini sudah ditemukan di 33 Provinsi di Indonesia yang dapat menyebabkan petani bisa kehilangan hasil pangan sekitar 11.000 ton gabah pertahunnya atau setara dengan 20 milyar.

Untuk mengurangi resiko kerugian akibat tungro, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, melakukan penelitian dengan mengawin silangkan antara padi varietas satu dengan varietas lainnya, dan menghasilkan padi yang tahan terhadap penyakit tungro semenjak tahun 2009.

“Proses dari Padi Inpari hasil persilangan membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 8 tahun,” tutur Muhammad Haikal, Teknisi Pertanian dari Loka Penelitian Penyakit Tungro, saat ditemui disela-sela pameran Ritech Expo 2017, Makassar, Minggu (13/8).

img-20170813-wa0006

Hasil penelitian tersebut telah di pamerkan dalam pameran tahunan Riset, Inovasi, dan Teknologi atau Ritech Expo oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang telah berlangsung sejak 10 Agustus 2017 di Gedung Wisma Negara, Center Point of Makassar (CPI).

Sudah ada 5 (lima) jenis padi yang dipamerkan oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) diantaranya; Padi Inpari 7 Lanrang, Padi Inpari 8, Padi Inpari 9 Elo, Padi Inpari 36 Lanrang, dan Padi Inpari 37 Lanrang.

img-20170813-wa0003

Menurut Haikal, ada jenis padi Inpari yang di pamerkan pada Ritech Expo tahun 2017 ini yabg telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Pertanian RI.

“Setelah diakui dan memiliki SK dari Menteri Pertanian pada taun 2015, pemasaran padi Inpari ini sudah disebar sampai ke Provini Sumatera Utara dan Papua,” ungkap Haikal.

Diharapkan dengan adanya varietas-varietas baru yang tahan terhadap penyakit tungro dan sudah menjadi momok menakutkan bagi petani padi, kualitas nasi yang dikonsumsi oleh masyarakat bisa menjadi lebih baik dan juga dapat mengurangi gagal panen para petani padi di Indonesia. (TJS/KIS/WP)

img-20170813-wa0004