Dalam rangka mensosialisasikan Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada masyarakat umum, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan acara “Jalan Sehat bersama SNI” pada Minggu ,12 April 2015. BSN mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menggelorakan semangat nasionalisme cinta produk dalam negeri serta menjadi konsumen cerdas untuk menggunakan produk ber-SNI. Acara ini juga sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME bahwa BSN telah berusia 18 tahun sejak kelahirannya pada tanggal 26 Maret 1997.

Dalam sambutannya, Menristekdikti mengungkapkan harapannya agar SNI menjadi lebih baik dan maju. Dengan membanjirnya produk impor di pasar dalam negeri, maka penting untuk melindungi kepentingan masyarakat melalui penerapan SNI secara wajib untuk semua produk yang beredar. Produsen wajib mengantongi Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI. Dan akan ditindak dengan tegas bagi produsen yang tidak memenuhi standar SNI.

Kepala BSN, Bambang Prasetya mengatakan bahwa di usia BSN ke-18 ini BSN akan konsen untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016. Indonesia harus tetap berbenah dan bersiap diri jika ingin tetap bersaing. Daya saing beberapa sektor industri kita masih kalah bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, karena itu BSN sudah menyiapkan strategi menyambut MEA sehingga diharapkan kesepakatan perdagangan bebas di ASEAN tersebut dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat Indonesia.

Menristekdikti menghadiri acara ini bersama Ibu Menristekdikti dengan didampingi oleh Kepala BSN, Kepala LAPAN, Kepala BIG, dan para pejabat Kemenristekdikti. Jalan sehat dimulai dari Gedung BPPT I menuju Monas dan kembali ke Gedung BPPT I. (flh/humasristek)