Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi membuka Seminar Nasional “Plagiarisme  dalam Perspektif Etika dan Hukum” yang diselenggarakan pada, Kamis 16 April 2015, bertempat di Hotel Bidakara. Seminar Nasional ini merupakan merupakan kegiatan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret.

Dalam laporannya, Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi mengatakan setiap perguruan tinggi mengembang misi untuk mencari, menemukan, mempertahankan,  dan menjunjung tinggi kebenaran. Dalam memenuhi misi setiap perguruan tinggi tersebut, mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan yang berkarya di bidang akademik dan perguruan tinggi bersangkutan, memiliki otonomi keilmuan dan kebebasan akademik.

“Dalam melaksanakan otonomi keilmuan dan kebebasan akademik, mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan wajib menjujung tinggi kejujuran dan etika akademik, terutama larangan untuk melakukan plagiat dalam mengahasilkan karya ilmiah, sehingga kreativitas dalam bidang akademik dapat tumbuh dan berkembang,”ujar Ravik Karsidi.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir menegaskan praktik plagiarisme di dunia pendidikan tinggi perlu diberantas. Menurut Menristekdikti bahwa kecurangan akademik seperti itu harus dihindari dan pentingnya penegakkan hukum terhadap plagiarisme.

“Sepanjang 2014-2015 tambahnya publikasi Indonesia jauh tertinggal dari Singapura, Malaysia dan Thailand. Oleh karena itu penting upaya mendorong publikasi riset namun tetap menjaga etikanya. Untuk itu Perguruan tinggi bisa membuat majelis atau Dewan Etik untuk atasi hal-hal plagiarisme,” kata Menristekdikti.

Acara ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Sumber Daya Iptek, Muhamad Dimyati; Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Pariatmono; Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Agus Prasetyo; Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek, Bambang Sutedja; Asisten Deputi Relevansi Kebijakan Riset Iptek, Sadjuga; Asisten Deputi Relevansi Program Riset Iptek, Santosa Yudo. (md/humasristek)