Bapeten bersama-sama dengan segenap Kementerian dan Lembaga lainnya bekerjasama dalam meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan nuklir untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. I-CoNSEP bertujuan menjadi wadah koordinasi antar lembaga dalam penanganan isu-isu terkait keamanan nuklir maupun kesiapsiagaan nuklir di tingkat nasional, sehingga seluruh upaya dan kemampuan dalam bidang keamanan nuklir dan kesiapsiagaan nuklir dapat dilaksanakan secara sinergis. Sebagai wadah koordinasi antar lembaga, I-CoNSEP memerlukan suatu tempat sebagai sarana untuk mempermudah seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan koordinasi, peningkatan kemampuan SDM serta penyediaan dukungan sarana prasarana.

Guna mewujudkan hal tersebut maka Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir meresmikan Kantor Indonesia Center of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness (Office I-CoNSEP) di BAPETEN, pada Rabu, 2 Desember 2015. Acara tersebut disaksikan Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto, Deputi Perizinan dan Inspeksi Khoirul Huda, Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir Yus Rusdian Akhmad, Sekretaris Utama Hendriyanto Hadi Tjahyono, serta Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Dedik Eko Sumargo. Peresmian ini merupakan langkah strategis membangun sistem kesiapsiagaan nuklir dan keamanan nuklir nasional kelas dunia untuk mendukung pencapaian visi BAPETEN menjadi Badan Pengawas Kelas Dunia.

Peresmian I-CoNSEP ini merupakan salah satu wahana ajang koordinasi dan kolaborasi antar institusi yang terlibat baik secara nasional dan internasional dalam pelaksanaan keamanan dan kesiapsiagaan nuklir serta merupakan salah satu wahana yang perlu diapresiasi untuk mengawasi kemajuan peningkatan penguasaan teknologi nuklir yang semakin maju demi keamanan dan keselamatan masyarakat serta merupakan sebagai tindak lanjut atas komitmen Pemerintah RI pada Konferensi Tingkat Tinggi Nuclear Security Summit (KTT-NSS). Diharapkan I-CoNSEP ini dapat mencegah terjadinya pencurian atau pemindahan tidak sah bahan nuklir dan bahan radioaktif, serta dapat mencegah penyalahgunaan dalam pengangkutan bahan nuklir atau bahan radioaktif.

I-CoNSEP juga mendukung penyediaan sumber daya manusia yang andal melalui berbagai macam pendidikan  dan latihan, serta penyediaan dukungan teknis dan ilmiah melalui penyediaan peralatan dan analisis berdasarkan hasil uji laboratorium atau permodelan. Diharapkan melalui I-CoNSEP, Indonesia dapat menjadi leader kemajuan pengawasan teknologi nuklir di tingkat Asia Tenggara atau bahkan Asia.

Dalam kesempatan tersebut BAPETEN juga melakukan launching aplikasi B@LIS e-SUKSES (Sertifikasi Uji Kesesuaian Elektronik) yang terintegrasi dengan B@LIS versi 2. B@ LIS e-SUKSES dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan publik khususnya terkait uji kesesuaian pesawat sinar-X radiodiagnostik dan intervensional.

B@LIS e-SUKSES merupakan wujud komitmen BAPETEN dalam mendukung program e-Government. Diharapkan integrasi data perizinan radiodiagnostik dan data pengujian pesawat sinar-X menjadi dasar informasi dalam menerbitkan keputusan perizinan. Dengan aplikasi ini, lembaga uji kesesuaian dan fasilitas kesehatan dapat memantau status hasil uji kesesuaian secara online. Kecepatan proses, transparansi, aksesibilitas merupakan fitur unggulan dalam aplikasi B@LIS e-SUKSES. (hni/bkkpristekdikti)