Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bersama dengan Science Center Daerah di seluruh Indonesia menyelenggarakan kongres tahunan yang dibentuk dengan nama Asosiasi Science Center Indonesia (ASCI). Kongres ASCI tahun 2015 merupakan kongres yang kedua dengan tuan rumah Graha Teknologi Sriwijaya, diselenggarakan pada 1-4 September 2015.

ASCI merupakan organisasi Science Center di seluruh Indonesia yang bersifat independen. ASCI dibentuk untuk kelangsungan kerjasama peningkatan penyelenggaraan dan aktivitas masing-masing Science Center di Indonesia, maka diperlukan sebuah organisasi perhimpunan Science Center seluruh Indonesia yang berperan sebagai mitra bagi pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan Science Center.

 Pembukaan kongres ASCI ke-2 sekaligus pembukaan Peneliti Muda Masa Depan dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2015 oleh Ketua ASCI sekaligus Direktur PP-IPTEK Ari Hendrarto Saleh. Dalam pembukaan ini dilakukan beberapa sambutan antara lain dari Ketua ASCI, Kepala Graha Teknologi Palembang sebagai Tuan Rumah Muhamad Taufik, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sumatera Selatan, serta Direktur Kawasan dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristek Dikti Lukito Hasta.

”Science Center memiliki peranan yang besar di masyarakat di antaranya sebagai penghubung ilmu pengetahuan dengan masyarakat dari segala usia dan dapat mengembangkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Melalui pertemuan seluruh Science Center yang ada di Indonesia dalam bentuk kongres ASCI yang dilaksanakan setiap tahun diharapkan dapat memotivasi setiap Science Center untuk terus maju meningkatkan kualitas Science Center yang ada, serta dapat membantu mencari jalan keluar permasalahan yang dihadapi sebuah Science Center,” sambutan dari Muhamad Taufiq.

Dalam sambutannya, Lukito Hasta menjelaskan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sadar iptek/melek iptek, pengembangan Science Center, baik oleh pemerintah maupun swasta, merupakan strategi yang jitu dalam memajukan pembangunan iptek di Indonesia serta mendorong generasi muda untuk cinta iptek.

“Oleh karena itu, saya atas nama Kementerian Ristek Dikti menyambut baik diselenggarakannya Kongres ASCI 2 dan Kompetisi Peneliti Muda yang juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hakteknas ke-20. Asosiasi Science Center Indonesia saya harap dapat berperan nyata sebagai think-thank yang menghasilkan pemikiran “out of the box”, serta menciptakan program-program yang kreatif dan inovatif dalam peragaan iptek berlandaskan budaya bangsa,” ucap Lukito Hasta.

Kongres ASCI 2015 dihadiri oleh anggota ASCI baik dari Science Center yang sudah ada maupun dari lembaga pemerintah daerah yang sedang merintis pembangunan Science Center. Jumlah total peserta dari 12 Science Center/lembaga pemerintah daerah sebanyak 35 orang. Program ASCI juga dihadiri oleh para guru pendamping siswa yang ikut serta dalam kegiatan Peneliti Muda Indonesia, khususnya dalam program workshop STEAM ASCI. Science Center dan lembaga pemerintah daerah yang hadir dalam Kongres ASCI 2015, yaitu:
1. Puspa Iptek Sundial, Kotabaru Parahyangan, Bandung
2. Taman Pintar, Yogyakarta
3. Graha Teknologi Sriwijaya, Palembang
4. Solo Technopark, Jawa Tengah
5. Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara
6. Jawa Timur Park 1, Batu, Malang
7. UPTD Pusat Iptek dan Bahasa, Kota Pontianak
8. Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Selatan
9. Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara
10. Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Sawah Luntho, Sumatera Barat
11. Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi, Kabupaten Belitung Timur
12. Kantor Perpustakaan, Arsip Dokumentasi dan Pengolahan Data, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi

Kongres ASCI menyajikan beragam kegiatan. Setiap Pimpinan Science Center atau Balitbangprov menyajikan tentang progres pengembangan Science Center daerah masing-masing serta keberhasilan pengembangan seperti peragaan, program, fasilitas, pengelolaan, dan lain-lain.

Pemprov Kalimantan Selatan sudah menyediakan lahan 20 hektar dan sudah memiliki master plan Science Center. Pemprov Jawa Tengah dalam hal ini diwakili PT. Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang telah merintis menyajikan sekitar 10 alat peraga di PRPP dan mendapat kunjungan yang baik dari sekolah-sekolah serta menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba seperti lomba roket air regional. Pemkab Tanjung Jabung Timur sedang dalam proses pengembangan Science Center dan sedang menyajikan alat-alat peraga dari PP-IPTEK. Jatim Park memaparkan tentang klaster baru seperti Museum Tubuh (The Bagong Adventure), Museum Angkut, dan sebagainya. Puspa Iptek Sundial Bandung menyajikan paparan tentang perluasan area gedung semula 1500 m2 menjadi 3000 m2. Provinsi Sultra dan Sumut masih dalam tahap proses perintisan Science Center untuk publik dan masih menanti kebijakan pimpinan, meskipun sudah memiliki alat-alat peraga dalam jumlah terbatas. Kota Pontianak dan Pemkab Belitung Timur sudah menyajikan Science Center untuk publik dalam skala terbatas.

Khusus PP-IPTEK, Direktur PP-IPTEK menyajikan tentang alat-alat peraga baru yang telah dibuat PP-IPTEK untuk internal PP-IPTEK, sumbangan ke Science Center Daerah, dan pesanan pihak luar seperti alat peraga Tesla Coil, Klaster Energi, Klaster Optik, Sasando Tanpa Dawai, Simulasi Helikopter, alat peraga Outreach, alat peraga non Portabel, Charger, Kids Smart IBM, alat peraga Pusat Unggulan Inovasi (Kelapa Sawit dan Kopi), dan sebagainya. Selanjutnya PP-IPTEK juga menyajikan program pengembangan alat peraga yang sedang berjalan tahun 2015 dan rencana tahun 2016, seperti Mesin Mekanik, Pusat Unggulan Inovasi, Lorong Ilusi, Laser Trap, Mirror Maze, Sepeda 360o, dan Yoyo Terbalik. Kemudian PP-IPTEK menyajikan pula tentang program baru yang sudah berjalan tahun 2014 dan 2015, seperti STEAM Workshop 2014/2015, Kontes/Kompetisi Robot Agrikultur 2014, STEAM Camp 2015, Peneliti Masa Depan 2015, Junior Scientist Oddisey International 2015, Berbagi Cerita Sains, dan International Water Rocket Competition akan dilaksanakan November 2015.

Dalam kongres ini juga disajikan dua kegiatan, yaitu seminar tentang “Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Science Center” dan Workshop STEAM bagi komunitas Science Center dan guru-guru pendamping program “Peneliti Muda Masa Depan”. Narasumber seminar adalah Ketang Wivono dari Jurusan Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Sriwijaya yang konten pembahasannya tentang pendidikan sains di Science Center dan kemitraan pengembangan Science Center dengan perguruan tinggi. Narasumber Workhop STEAM adalah Hendra Suryanto dari PP-IPTEK dengan paparan tentang konsep pembelajaran berbasis STEAM, peran Science Center dan sekolah dalam menyajikan program STEAM melalui berbagai kegiatan, serta praktek langsung program STEAM dengan membuat karya iptek oleh peserta, seperti Membangun Jembatan, Membangun Gedung Tinggi, Membuat Sejata Spirtus, Membuat Kendaraan Hemat Energi (Go Green), dan membuat karya iptek bebas.

Dalam kongres dilakukan pleno yang dipimpin Ari Hendrarto Saleh sebagai Ketua ASCI. Pleno ini dilaksanakan sebagai upaya untuk merumuskan hasil-hasil kongres dan kesepakatan kongres tentang hal-hal yang perlu ditindaklanjuti di masa yang akan datang dalam rangka perintisan dan pengembangan Science Center di Indonesia melalui berbagai pendekatan seperti pendekatan kebijakan, kerja sama, pengembangan SDM, pertukaran alat peraga, serta program kunjungan, program bersama, dan sebagainya.

Kemudian, diadakan sesi pembahasan khusus untuk tuan rumah Kongres ASCI 2016. Hasil musyawarah kongres disepakati Jatim Park menjadi tuan rumah Kongres ASCI 2016. Tim Jatim Park menyampaikan bahwa sebelumnya juga sudah mengantisipasi dengan pihak manajemen untuk menjadi tuan rumah kongres.

Dalam acara penutupan dilakukan sambutan dari Ketua ASCI yang diwakili oleh Wakil Ketua ASCI, Taman Pintar Jogjakarta Kristanto, dan Kepala Graha Teknologi Palembang Muhamad Taufik. Dalam penutupan ini juga dilakukan penyerahan Plakat sebagai tanda apresiasi dari ASCI kepada Tuan Rumah Kongres ASCI ke-2 Graha Teknologi Palembang dan Tuan Rumah Kongres ASCI ke-1 Puspa Iptek Sundial Bandung. Untuk Puspa Iptek Sundial Bandung baru diberikan sekarang karena pada waktu kongres tahun lalu tidak ada penyerahan plakat. Bersamaan dengan ini dilakukan pula penyerahan hadiah atau medali bagi pemenang setiap kategori lomba Peneliti Muda Indonesia.

Kongres ASCI berjalan dengan lancar dan baik, serta menjadi tonggak untuk memajukan Science Center di Indonesia. Kongres ASCI memberikan dampak kepada para pemangku kepentingan untuk membangun, mendirikan, dan memanfaatkan Science Center. Pengembangan Science Center sebagai bagian upaya membangun masyarakat melalui pembelajaran iptek secara non formal.  (ppiptek/bkskpristekdikti)