Pemanfaatan dan pengelolaan laut harus dilakukan secara seimbang dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan untuk menjaga kesinambungan lingkungan ekosistem laut dan sumber kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya.  Untuk mencegah semakin menurunnya kualitas ekosistem laut, perlu dilakukan konsep terpadu dengan pendekatan yang holistik tanpa dibatasi oleh batas-batas wilayah administrasi kekuasaan. Demikian antara lain  wacana yang mengemuka dalam seminar internasional perikanan dan ilmu kelautan (International  Seminar Fishery and Marine Science)   yang dilaksanakan di Gorontalo tanggal 8-9 September 2015.

Seminar dengan tema “Teluk Tomini untuk kejayaan Indonesia sebagai poros maritim dunia”  berlangsung  di kampus Universitas Negeri Gorontalo  yang dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 di Provinsi Gorontalo. Seminar internasional tersebut diselenggarakan oleh Universitas Negeri Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan dukungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Seminar yang berlangsung selama 2 hari tersebut, dihadiri  lebih dari seratus orang peserta yang terdiri dari peneliti,  dosen dan mahasiswa bidang kelautan dan perikanan dari berbagai universitas dan lembaga penelitian, dengan pembicara utama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Rokhmin Dahuri; Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa; serta  4 orang pembicara luar negeri yang berasal dari Jepang, Australia, dan Filipina. Hadir memberi sambutan dalam seminar tersebut  selain Rektor Universitas Gorontalo, Syamsu Qmar Badu dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim; juga Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian  Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,  Prof. Intan Ahmad.

Dalam sambutannya, Prof Intan Ahmad yang hadir mewakili Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengingatkan agar pemanfaatan dan pengelolaan Teluk Tomini sebagai kawasan gerbang mina bahari sebagaimana telah dicanangkan oleh presiden RI pada tahun 2003 tetap berpegang pada prinsip “aquapolis’ memperhatikan unsur keseimbangan dan kesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.  Sebelumnya, Direktur Sistem Inovasi, Ophirtus Sumule yang hadir mewakili Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Ristekdikti sebagai Ketua Bidang Seminar Nasional dan Internasional Sail Tomini, melaporkan berbagai kegiatan seminar ilmiah yang dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan Sail Tomini   yang acara puncaknya akan dilaksanakan tanggal 19 September di pantai Parigi, Sulawesi Tengah. Beliau  mengharapkan agar seminar dapat menghasilkan rekomendasi yang konkrit bagi pengambil kebijakan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun di tingkat pemerintah daerah. Selain itu, hasil-hasil riset yang dilakukan di Teluk Tomini dapat ditindak-lanjuti untuk mendukung inovasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kegiatan  Internasional Seminar Fishery and Marine Science yang dilaksanakan di kampus Universitas Negeri Gorontalo di hadiri lebih dari 250 orang peserta  yang terdiri dari para dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai universitas di Sulawesi, unsur  pemerintah daerah   dan Badan  Litbang Kelautan dan Perikanan. (Rub/bkskpristekdikti).