Setelah dirilis tanggal 20 Agustus lalu, film animasi karya anak negeri Battle Of Surabaya masih diputar di bioskop tanah air. Hal ini menunjukkan bahwa film animasi produksi dalam negeri mendapatkan perhatian yang besar dari masyarakat Indonesia.

Mengapresiasi film ini, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menyempatkan untuk menyaksikan film ini langsung dari lokasi pembuatan di Kampus STMIK AMIKOM Yogyakarta, Jumat 12, September 2015.

Menristekdikti menilai, prospek film animasi di Indonesia dapat berkembang pesat. “Saya lihat filmnya tadi sudah bagus. Kalau animasi Indonesia masuk nominasi dunia, itu tandanya sangat berpeluang untuk maju,” ujarnya saat ditanya oleh para jurnalis.

M. Nasir mengatakan, melalui Badan Ekonomi Kreatif, inovasi perguruan tinggi seperti animasi akan lebih dikembangkan.

“Prediksi saya kalau ada 10 film animasi saja di Indonesia, hal itu bisa menaklukan dunia karena Indonesia sudah di akui dunia akan kreatifitasnya,” ujarnya.

Pihaknya juga mendorong universitas yang mempunyai jurusan informasi dan teknologi untuk menjalin jejaring dengan dunia usaha, sehingga hasil karya kreatif dapat lebih dimanfaatkan.

Selain menyaksikan film bersama para mahasiswa STMIK AMIKOM, Menristekdikti juga menjadi pembicara dalan diskusi Teknologi Animasi film Battle of Surabaya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Yogyakarta, Menristedikti bersama Dirjen Penguatan Inovasi, Dirjen Riset dan Pengembangan dan Kepala BIG ditemani oleh Rektor STMIK AMIKOM meninjau proses produksi film animasi di kampus tersebut.(mwr/bkskpristekdikti)