Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menutup acara “Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy dan Pekan Olahraga Seni dan Pramuka (PORSEKA) ke-39” di Lapangan Pondok Pesantren Darunnajah, Pesanggrahan, Jakarta, pada Minggu, 30 Agustus 2015.

Dalam acara tersebut, Menristekdikti M. Nasir disambut hangat oleh para tokoh pondok pesantren, antara lain Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah K.H. Sofwan Manaf, Pimpinan dan Pendiri Pondok Pesantren K.H. Mahrus Amin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darunnajah Saifuddin Arief, dan Ketua Yayasan I Pondok Pesantren Darunnajah Mustofa Hadi Chirzin..

Dalam sambutannya Ketua Yayasan I Pondok Pesantren Darunnajah Mustofa Hadi Chirzin berharap agar anak-anak di pesantren ini kelak dapat menjadi pemimpin dan berguna bagi nusa dan bangsa. Menginjak usia ke – 54 tahun Darunnajah telah berkembang menjadi 16 pondok pesantren. Pondok Pesantren Darunnajah telah memiliki 1.159 tenaga Guru dan dosen dan memiliki 9.044 santri dan pada saat ini Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah sedang dalam proses persiapan bertransformasi menuju sebuah universitas yang berkualitas dan berguna untuk umat dan bangsa.

Menristekdikti M. Nasir berharap kegiatan Porseka ini diberikan keberkahan, dengan adanya acara ini kita dapat melakukan sportifitas pada diri kita, mengakui atas keberhasilan seseorang dan dapat menanamkan rasa disiplin pada bangsa ini. Menristekdikti merasa bangga ada pondok pesantren yang memiliki generasi-generasi yang luar biasa seperti di Darunnajah ini, menanamkan modal disiplin dan modal sportifitas yang akan membangun negeri ini untuk memimpin masa depan. Maju dan mundurnya negara sangat bergantung pada para pemuda saat ini, Menristekdikti berharap Pondok Pesantren Darunnajah ini memberikan andil yang cukup besar dalam membangun negeri ini dengan baik, dan dengan ditutupnya acara ini dapat mewujudkan santri yang kreatif, kompetitif, dan sportif.

Acara Penutupan PORSEKA ke-39 ini ditandai dengan penurunan bendera PORSEKA oleh PASKIBRA Pondok Pesantren Darunnajah, kemudian Menristekdikti membunyikan sirine penutupan PORSEKA yang disertai dengan Penutupan Layar PORSEKA. (hni/bkskpristekdikti)