Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang 4th Asean Plus Three Junior Science Odyssey (APT JSO). PP-IPTEK, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan negara-negara ASEAN ditambah Jepang, Korea, dan China menyelenggarakan kegiatan APT JSO pada 24 – 29 Agustus 2015. Pembukaan APT JSO 2015  diadakan di Auditorium Graha Widya Bhakti (GWB), Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) – Serpong, Banten.

Dalam APT JSO 2015 ini, selain memperkenalkan teknologi penelitian, peserta juga memperkenalkan kekayaan hayati dari setiap negaranya. Kemudian, sebisa mungkin mengembangkan produk tersebut agar dapat dimanfaatkan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih kreativitas peserta.

Dalam memperkenalkan kekayaan negaranya, setiap kelompok peserta membuat poster yang dipresentasikan setelah acara pembukaan APT JSO 2015. Kegiatan ini termasuk dalam kategori Poster Presentation. Poster Presentation ini mengambil tema “The Potential Usage of Native Plants” yang dilakukan penjurian secara paralel, yaitu di dalam auditorium dan area koridor GWB dengan tiap-tiap juri 9 orang yang berasal dari perwakilan tiap negara.

Dalam satu negara ada yang membawa lebih dari satu kelompok. Peserta dari Indonesia sendiri diwakili oleh 4 sekolah, yang masing-masing terdiri dari 3 siswa dan 1 guru sains, yaitu SMPN 49 Jakarta, SMPN 2 Semarang, SMPN 8 Tangerang Selatan, dan SMP Labschool Kebayoran. SMPN 49 Jakarta merupakan wakil dari PP-IPTEK untuk mengikuti kegiatan APT JSO 2015.

Keempat sekolah tersebut dibagi menjadi  tim Indonesia-A (SMPN 49) yaitu Shabrina Nurmalitasari Budi, Nuraul Putri Kamila, dan Tengku Adika Suryatama; Indonesia-B (SMPN 2 Semarang) yaitu Muhammad Zinedine Alam Ganjar, Annisa Nur Shabrina, dan Yuniarhiza Srikandi Fiandi; Indonesia-C (SMPN 8 Tangerang Selatan) Aziz Faizullah Abidin, Daniya Fathiya, dan Muhammad Bintang Abadi Al Hakim; Indonesia-D (SMP Labschool Kebayoran) Azer Fauzan Isyq, Izza Rizwana, dan Aishya Rannan Elysia.

Hari berikutnya, terdapat dua kegiatan yang berbeda untuk guru/observer dan peserta. Peserta yang terdiri dari siswa dari 14 negara melakukan kunjungan ke Kapal Riset Baruna Jaya 4, di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan guru/observer mengunjungi dan melaksanakan workshop dengan subtema “Cyber Security Awareness” di Id SIRTII Kemenkominfo, Kebon Sirih dan Neonet di BPPT Gedung I. Kegiatan peserta di Kapal Riset Baruna Jaya 4 merupakan kategori kegiatan Team Project Presentation. Pada waktu ini, seluruh peserta dibagi menjadi 10 kelompok dengan warna dan negara yang berbeda. Namun, untuk kunjungan ini dibagi lagi menjadi dua kelompok besar untuk bisa mengikuti kuliah umum mengenai riset-riset yang telah dilakukan oleh Tim Baruna Jaya dan mengunjungi satu per satu bagian Kapal Baruna Jaya, beserta perlengkapan pendukung dan teknologi yang selama ini dipakai Tim Baruna Jaya dalam mengemban misi. Setelah peserta melakukan kunjungan, peserta diminta untuk membuat blog melalui diskusi di Gedung BPPT lantai 3, Thamrin  dengan subtema “Smart Marine Technology & Coastal Environment”. Selanjutnya presentasi Team Project Presentation berlangsung di Ruang Cakrawala, Geostech Kompleks Puspiptek, Serpong.

Hari berikutnya dilaksanakan Labskill Assesment yang dibagi menjadi empat bidang, yaitu Biologi, Kimia, Fisika, dan Inovasi. Peserta dibagi menjadi empat grup besar, dengan tiap grup terdiri dari 6-7 tim. Pada bidang Biologi, peserta diminta untuk melakukan pengamatan mikroskopis mikro alga dengan spesies Spirulina sp. dan melakukan perhitungan laju fotosintesis. Peserta di bidang Kimia mendapat soal untuk melakukan titrasi dengan menggunakan dua larutan uji, yaitu Phenolftalein dan Methyl Orange serta melakukan perhitungan kimia sesuai dengan soal-soal yang ada di modul. Perhitungan secara Fisika juga dilakukan para peserta dengan melakukan observasi terlebih dahulu di tiga kolam besar yang berisi mikro alga dengan tiga perlakuan yang berbeda, yaitu untuk mengukur aliran air, menghitung RPM, serta faktor-faktor fisis yang mempengaruhi pertumbuhan mikro alga. Untuk bidang Inovasi, peserta mendapat kesempatan membuat cookies dari Spirulina sp. dengan sebelumnya menghitung secara matematis bahan-bahan untuk membuat kue yang lezat.

Ari Herlambang, Kepala Bagian Balai Teknologi Lingkungan BPPT mengatakan, “Kegiatan Labschool Assesment yang terdiri dari Fisika, Biologi, Kimia difokuskan kepada mikro alga. Penelitian ini difokuskan pada alga sebab alga mempunyai kandungan protein yang tinggi. Jenis alga yang digunakan ialah alga spirulina. Memakai jenis ini karena bentuknya panjang, panennya lebih mudah. Selain itu, dari segi pertumbuhan dan percepatannya lebih cepat.”

Pada malam harinya, penampilan Cultural Show dari tiap negara untuk menampilkan pertunjukan tradisional yang tentunya memiliki ciri khas antara satu dengan yang lain. Namun, untuk kategori ini tidak masuk dalam perhitungan penilaian medali, hanya pilihan favorit dari para audiens.

Hari terakhir pada 28 Agustus 2015, peserta berkunjung ke Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebelum ke PP-IPTEK, peserta berkunjung ke beberapa Anjungan, yaitu Anjungan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Mereka tampak antusias memilih-milih souvenir khas Indonesia yang unik.

Peserta pun berkunjung ke PP-IPTEK, dengan kegiatan dibuka oleh Direktur PP-IPTEK Ari Hendrarto Saleh di Auditorium PP-IPTEK. PP-IPTEK menyajikan percobaan-percobaan sains interaktif dalam Science Show Spectacular. Dalam setiap pertunjukkan, pemandu PP-IPTEK berinteraksi langsung dengan peserta dan melibatkan beberapa peserta untuk mencoba sendiri percobaan yang dilakukan. Tema percobaannya, yaitu Screaming Kettel, Biskuit Asap, Dragon Fire, dan Bubble Nitro. Peserta tampak tertarik dan antusias menonton Science Show Spectacular.

Selanjutnya PP-IPTEK menyuguhkan Demonstrasi Roket Air, yang sebelumnya dilakukan peluncuran Rocket Powder. Setelah itu, pemandu PP-IPTEK mendemonstrasikan Roket Air hingga meluncur ke angkasa. Peserta mencoba meluncurkan Roket Air tersebut. Peserta pun diberikan waktu bebas untuk mencoba alat-alat peraga yang ada di PP-IPTEK, dari Tesla Coil, Simulasi Rumah Gempa, Gyro Extreme, Sepeda di Atas Kabel, dan masih banyak lagi alat peraga lainnya.

Setelah puas mencoba alat peraga PP-IPTEK, seluruh peserta, panitia APT JSO 2015, beserta Direktur PP-IPTEK foto bersama di depan loby PP-IPTEK. Setelah itu, peserta menuju Anjungan Jawa Tengah.

Saat tiba di Anjungan Jawa Tengah, peserta disambut oleh penari Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan pertunjukan tari tradisional Jawa Tengah. Peserta pun dapat mencoba membuat batik yang cukup sulit. Mereka tertarik belajar membatik. Selain membatik, terdapat juga pembuatan wayang yang juga tidak mudah.

Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, yaitu pengumuman pemenang kompetisi APT JSO 2015. Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih 1 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu. SMPN 49 Jakarta meraih medali emas dalam kategori Labskill Biology dan Juara Harapan (Honorable Mention) dalam kategori Poster Presentation, serta kategori Labskill Innovation. SMPN 2 Semarang meraih medali perak di kategori Labskill Physics dan medali perunggu di kategori Labskill Innovation. SMPN 8 Tangerang Selatan meraih medali perak di kategori Poster Presentation, medali perunggu di kategori Labskill Physics, dan Juara Harapan (Honorable Mention) di kategori Labskill Biology. Sedangkan SMP Labschool Kebayoran meraih medali perak di kategori Labskill Innovation. Pada kategori Juara Umum, Indonesia meraih Juara Umum ketiga, sementara juara pertama diraih Filiphina.

Selamat untuk para pemenang di tiap kategori dari empat wakil Indonesia, semoga hasil tersebut dapat terus memacu putra-putri terbaik bangsa ini untuk terus berkompetisi, berkarya, dan menjalin pertemanan (network) dengan cara yang santun dengan berbagai negara peserta APT JSO, serta untuk selalu rendah hati terhadap semua yang sudah didapat, agar tidak terlena dengan setiap pencapaian yang ada.

Untuk negara tuan rumah APT JSO di tahun 2016 adalah Filiphina. Mari bersiap putra-putri bangsa untuk event APT JSO berikutnya dengan cara yang sportif dan tetap menjunjung tinggi kesantunan dan keilmuan yang mumpuni. PP-IPTEK akan melakukan pemilihan sekolah kembali dalam menjaring dan mendapatkan sekolah terbaik yang akan mewakili peserta Indonesia.

Kami tunggu di ajang APT JSO berikutnya! (ppiptek/bkskpristekdikti)