Sebanyak 263 peserta Program Sarjana Mendidik  di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) dilepas oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir di Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis, 20 Agustus 2015.

Para peserta tersebut merupakan angkatan ke V (lima) dari program Pengembangan Profesi Guru (P3G) Universitas Negeri Makassar, yang juga merupakan bagian dari program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI). Mereka akan ditugaskan di 7 kabupaten, yaitu di Kabupaten Waropen (Papua), Kabupaten Bintuni (Papua Barat), Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Berau (Kalimantan Timur), Halmahera Utara (Maluku Utara), Saumlaki (Maluku), dan Kepulauan Aru (Maluku).

Usai menjalani Program SM-3T, para perserta akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama setahun untuk mendapatkan gelar guru. Menristekdikti mengatakan alumni program SM-3T secara langsung akan diangkat menjadi PNS tanpa ada seleksi lagi. “Peserta program ini sudah menjalani banyak seleksi, kalian sudah menjalani langkah panjang untuk layak menjadi guru,” ujarnya.

Dalam pelepasan ini, Menristekdikti didampingi Rektor UNM Prof. Arismunandar; Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Dr. Ir. Patdono Suwigjo; serta Akbar Faisal anggota DPR RI yang juga alumnus UNM. (mwr-wwj/bkskpristekdikti)