Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir melakukan Rapat Koordinasi pengembangan STP dan pengembangan Science Park  dengan Rektor Universitas Papua di kampus 1 Universitas Papua (UNIPA) di Manokwari pada Jumat, 21 Agustus 2015. Menristekdikti didamping Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswan, Intan Ahmad; Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada D.S Marsudi; dan beberapa pejabat Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya, M. Nasir mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Menko Perekonomian, Darmin Nasution; dan Kepala Bappenas, Sofjan Djalil untuk mendorong STP.

”Koordinasi dengan Menko Perekonomian dan Kepala Bappenas segera dilakukan.STP ini solusi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengedepankan keunggulan suatu wilayah,” M. Nasir.

UNIPA memiliki keunggulan dalam mengembangkan produk sagu dan kayu. Sagu, merupakan makanan yang kaya akan karbohidrat, jika ada inovasi, maka akan banyak diversifikasi sagu. ”Hal ini bias dikembangkan melalui riset dan dijual kepada pihak swasta atau industri,” M. Nasir.

Selain itu, tambah Menristekdikti, Papua juga kaya akan produk kayu dan tambang. ”Ini akan menjadi salah satu keunggulan untuk bersaing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” M. Nasir.

Jadi setiap wilayah dan Perguruan Tinggi itu dapat mengembangkan STP sesuai dengan kemampuan dan keunggulan yang dimiliki. Dalam suatu kawasan STP itu terdapat tiga unsur yang saling terkait yaitu pendidikan, ekonomi dan pariwisata.(mj-haz/ristekdiktitv/bkskpristekdikti)