Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir didampingi Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Intan Ahmad; dan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Usman Rianse melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan tahun 2015 di Kampus UHO Kendari,  Senin, 24 Agustus 2015, Sulawesi Tenggara.

KKN Kebangsaan 2015 bertema “ Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Potensi Kemaritiman Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”  tersebut akan berlangsung selama satu bulan hingga tanggal 22 September 2015 diikuti sebanyak 300 orang mahasiswa yang berasal dari 18 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya: UNS, UNHAS, IPB, dan UNIPA dengan lokasi kegiatan tersebar di 30 desa di Kabupaten Muna Barat, Prov. Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti meminta agar para mahasiswa yang melaksanakan KKN dapat mengabdikan ilmunya untuk membantu masyarakat pedesaan, khususnya masyarakat nelayan di Kabupaten Muna Barat. “Dengan latar belakang ilmu yang beragam, kalian harus dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bukan menjadi pembuat masalah,” nasehat M. Nasir. Selanjutnya, M. Nasir mengungkapkan bahwa KKN Kebangsaan selain sebagai bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat juga dimaksudkan untuk memupuk rasa persatuan dan cinta tanah air serta membangun wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Selain dihadiri para pimpinan dan dosen UHO, Pelepasan KKN Kebangsaan tersebut juga dihadiri Komandan Korem 143 Haluoleo,  Kolonel Rido Hermawan; dan  perwakilan Polda Sulawesi Tenggara dan Pemprov Sulawesi Tenggara.

Sehari sebelum melepas peserta KKN Kebangsaan,  Menristekdikti didampingi Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan juga menghadiri Malam Ramah Tamah Dies Natalis ke-34 Universitas Halu Oleo, KKN Kebangsaan, dan Syukuran atas Akreditasi Institusi Universitas Halu Oleo yang baru saja mendapat akreditasi B. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti mengucapkan selamat atas capaian yang telah diraih dan meminta segenap civitas akademika UHO, M. Nasir berharap agar segenap civitas akademika UHO terus meningkatkan prestasi, serta mau belajar kepada perguruan tinggi lainya yang akreditasinya lebih tinggi. Menristekdikti menyatakan perlunya dilakukan analisa tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (SWOT) yang ada pada universitas untuk merumuskan strategi yang tepat dalam pengembangan UHO ke depan. “Saya yakin dengan strategi yang tepat dan upaya kerja keras, Universitas Halu Oleo bisa mendapatkan akreditasi A pada tahun 2020,”  ujarnya  M. Nair di depan rektor, para wakil rektor, para dekan, dosen dan mahasiswa Universitas Halu Oleo. (wis/rub/bmo/bkskpristekdikti)