Menteri Riset, Teknologi,  dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir menjadi keynote speaker pada seminar nasional dan internasional, Kamis, 20 Agustus 2015 bertempat di Ruang Teater Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM). Seminar nasional dan internasional UNM yang merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan Dies Natalis UNM ke-54 itu mengangkat tema “Peran Pendidikan Karakter Melalui Optimalisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Menuju Pencerdasan Generasi Unggul”.

Selain M. Nasir, UNM juga menghadirkan enam pembicara, yakni Prof. Dr. Muchlas Samani yang merupakan pakar pendidikan dan Praktisi IPTEK; Ir. Simon Tandabua, M.Eng.; Prof. Baharuddin Aris; Mahyuddin Bin Arsal, Ph.D. dari University Teknologi Malaysia; Prof. Graeme Johansen dari Monash University, Melbourne Australia; serta Larry Lai dari Singapura.Turut hadir dalam seminar adalah Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Dr.Ir. Patdono Suwignjo; Dirjen Penguatan Inovasi, Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si.; dan Akbar Faisal Anggota Komisi III DPR RI yang juga merupakan alumnus UNM. Seminar diikuti 30 pemakalah.

M. Nasir menghimbau agar UNM terus meningkatkan daya saing dan kompetensi kerja secara kelembagaan, khususnya dalam hal peningkatan kualitas tenaga pengajar atau dosen. Menristekdikti itu juga berharap UNM mampu membuat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Kami berharap kegiatan seminar ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, utamanya yang berkecimpung di bidang pendidikan,” harap M. Nasir.

Menristek juga menambahkan bahwa pihaknya baru-baru ini melakukan perangkingan semua kampus di Indonesia. UNM sendiri masuk 10 besar untuk kategori perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). UNM  sekelompok dengan IPB, UGM, ITB, Universitas Negeri Malang, UI, ITS, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Airlangga, serta Universitas Bengkulu.

Diketahui bahwa sejauh ini, kampus terbaik dunia masih didominasi perguruan tinggi di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Australia, Kanada, dan Swiss. Kampus-kampus terbaik di Indonesia baru masuk terbaik Asia, itu pun masih dalam 100 besar. (haz-mj-ristektekdiktitv/bkskpristekdikti)