[unsoed.ac.id, Sen,24/8/15] Masa depan negeri ini akan ditentukan saat ini oleh kualitas pemudanya. Memiliki kemauan untuk belajar dan berinovasi, literer terhadap informasi serta tanggap akan mengelola kehidupan dan karir adalah kompetensi yang tidak dapat diabaikan. Hal ini diungkapkan oleh Sekjen Kemristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru UNSOED Angkatan 2015. Dalam paparannya, untuk itu dibutuhkan suatu karakter seorang pemimpin dengan satu kekhasan, yakni berwawasan kebangsaan. “Mahasiswa UNSOED tentunya dapat belajar dari Jenderal Soedirman, contoh paripurna dalam mengabdikan diri bagi kepentingan bangsa dan negara, “ tegas Prof. Ainun. Ditambahkannya, sosok Jenderal Soedirman mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah, mampu menjadi teladan serta menjadi pribadi yang berwibawa dan disegani oleh semua pihak.

Dalam kuliah umum yang digelar di Auditorium Graha Widyatama UNSOED ini, Sekjen Kemristekdikti ini juga menjelaskan bahwa sebagai calon pemimpin masa depan, maka mahasiswa sejak awal perlu memiliki jiwa wawasan kebangsaan, “cinta tanah air, semangat untuk bersatu dan rela berkorban demi bangsa dan terwujudnya perdamaian, “ tutur Prof. Ainun. Tidak hanya itu, Prof Ainun juga menuturkan, bahwa pemimpin juga harus mampu bersikap dalam berbagai situasi.  “Sebab Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saudara-saudara tidak lama lagi akan menjadi pemimpin Indonesia,” jelasnya.  Potensi Indonesia diantaranya dijelaskan oleh Guru Besar UGM ini bahwa Indonesia masuk menjadi anggota G-20.  “Bahkan beberapa memprediksi bahwa di tahun 2030 nanti Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-7 di dunia,” ungkapnya.  Belum lagi bonus demografi Indonesia yang juga merupakan potensi luar biasa.  “Bonus demografi ini akan benar-benar mnejadi bonus demografi jika dikelola dengan benar, salah satunya dengan pendidikan di Perguruan tingg,” ungkapnya.  Lebih lanjut Prof. Ainun berpesan kepada para mahasiswa baru Unsoed mulai untuk menumbuhkan sikap ilmiah dibingkai dalam nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman.  “Saya yakin saudara-saudara bisa,” ungkapnya.