Kolinlamil, Tanjung Priok, 10 Agustus 2015.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, 
Ibu Menko PMK, Bapak Menko Maritim, Para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Staf Angkatan Laut, Para ketua LPNK, Rektor, Pejabat Eselon 1,  Hadirin yang saya hormati,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan kasih sayang-Nya, kita semua dapat berkumpul di sini.

Saya atas nama komunitas Iptek menyampaikan penghargaan kepada Bapak Wakil Presiden dan Para Menteri Kabinet Kerja atas kehadirannya dalam acara Puncak Hakteknas ke 20 ini. Pada kesempatan ini perkenankan saya melaporkan perkembangan kerjasama antara Kementerian Ristekdikti dengan Gubernur Jawa Barat dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Dengan Pemerintah Jabar kami bersama-sama menerapkan teknologi ternak sapi dan penerapan benih padi unggul. Sementara itu, dengan DKI kami menerapkan teknologi ternak sapi di Nusa Tenggara Timur. Dalam kerjasama ini kami mendorong peran serta Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi dalam mendampingi masyarakat untuk menerapkan teknologi yang sudah kita hasilkan.

Bapak Wakil Presiden yang terhomat; sebagai tindak lanjut National Innovation Forum yang Bapak hadiri pada 13 April 2015, kami laporkan bahwa pabrik enzym yang didirikan oleh PT Petrosida Gresik telah mencapai 95%. Diharapkan pada pertengahan September 2015 dapat dilakukan komisioning. Pabrik ini menerapkan teknologi yang dihasilkan BPPT. Saya yakin jika hasil penelitian para ilmuwan dapat diterapkan oleh industri akan mendatangkan kebanggaan dan semangat untuk berkarya lebih besar lagi.

Bapak Wakil Presiden dan hadirin sekalian,
Dalam Rangka Perayaan Hakteknas ini kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan Iptek. Pemerintah Daerah kami himbau untuk merayakan Hakteknas. Ada yang melakukan upacara saja, ada pula yang melakukan kegiatan seminar dan sebagainya. Demikian pula perguruan tinggi.

Bapak Wakil Presiden dan hadirin sekalian,
Tema Hakteknas ke 20 tahun 2015 adalah “Inovasi Iptek untuk Daya Saing Bangsa”, dengan sub tema: Pangan, Energi dan Maritim. Kita ingin menunjukkan hasil teknologi untuk mendukung kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan kekuatan maritim. Berkaitan dengan ini telah diselenggarakan Seminar Nasional bertempat di Gedung  BPPT pada 3 Agustus 2015 dengan tujuan untuk menyampaikan perkembangan terakhir teknologi Pangan, Energi dan Maritim di Indonesia. Pada tanggal 4 Agustus telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Iptek yang dilaksanakan di Gedung BPPT  juga, untuk mengkoordinasikan seluruh sumberdaya Iptek dan program Iptek agar dapat mendukung prioritas pemerintah di bidang Pangan, Energi dan Maritim.

Untuk menunjukkan capaian hasil litbang teknologi nasional terkini, kita menyelenggara-kan Ritech Expo di Lapangan D Senayan mulai tanggal 7-10 Agustus 2015. Di samping itu kita juga menyelenggarakan pameran di Gedung ICE BSD pada tanggal 1-9 Agustus. Seminar dan Pameran di ICE diprakarsai oleh Sinar Mas Group, Gramedia Group dan Bisnis Innovation Center dengan tujuan mempertemukan antara inventor-inovator-investor.

Hadirin sekalian,
Peringatan hari Puncak Hakteknas diselengga-rakan di Komando Lintas Laut Militer atau Kolinlamil di Tanjung Priok karena kita ingin menekankan pentingnya kemaritiman. Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Staf Angkatan Laut yang telah memberikan bantuan berupa lokasi beserta perlengkapannya.

Dalam acara Puncak Hakteknas ini dilaksanakan Pemberian Anugerah, Penyerahan Buku 20 Karya Unggulan, Penyerahan Jaket Kehormatan Angkatan Laut Kepada Wakil Presiden RI, Prosesi Budaya Larung dan Peluncuran Kapal Riset Rigel, Baruna Jaya dan Bawal Putih.

Ada 5 macam anugerah yang akan diberikan kepada pegiat Iptek yang berprestasi. Pertama; Labdakretya; penghargaan bagi masyarakat akar rumput yang menghasilkan inovasi teknologi. Ke dua; Prayogasala; penghargaan bagi Unit Penelitian yang paling unggul ditinjau dari hasil risbang dan pengelolaanya. Ke tiga; Widyapandegatama; penghargaan bagi Kementerian atau Lembaga yang aktif memanfaatkan teknologi ciptaan anak bangsa. Ke empat; Budhipura; penghargaan bagi propinsi yang inovatif menghasilkan inovasi terutama yang berkaitan dengan Iptek. Ke lima Budhipura Kencana; penghargaan bagi Pemerintah Daerah Propinsi yang sudah Mandiri dalam menerapkan sistem inovasi daerah, SIDa.

Ibu Menko PMK dan Bapak Menko Maritim, dengan hormat kami mohon Ibu dan Bapak Menko berkenan memberikan apresiasi kepada para pegiat Iptek yang berprestasi dengan menyerahkan anugerah yang telah saya sebutkan tadi.

Bapak Wakil Presiden yang terhormat,
Dalam kesempatan ini kami mohon Bapak Wakil Presiden berkenan menerima Buku 20 Karya Unggulan yang berisi teknologi karya anak bangsa pilihan yang menunjukkan kehebatan secara akademis dan potensi ekonomi. Buku ini dibuat agar teknologi yang potensial ini dikenal oleh calon investor dan menjadi referensi bagi pegiat Iptek serta menjadi penghargaan bagi pencipta teknologi bersangkutan.

Di samping itu, kami mohon perkenan Bapak Wakil Presiden untuk berdialog secara langsung melalui tele conference dengan PT Elnusa di Balikpapan selaku pemilik Eco Green Maintenance Barge; Tongkang Akomodasi Kerja Berkonsep Hemat Energi Dan Ramah Lingkungan untuk menunjang Operasi Hulu Migas. Tongkang ini dirancang dan dibangun oleh putra-putri Indonesia di dalam negeri. Bersamaan dengan itu kami mohon juga Bapak berkenan untuk melakukan Teleconference dengan Bupati Penajam yang sedang mempersiapkan tempat bagi pembangunan Pusat Penelitian Kelautan bersama dengan Kementerian Koordinasi Kemaritiman, dan Kementerian Ristekdikti serta BPPT.

Sebelum peluncuran kapal riset untuk melakukan survey kita akan mengikuti Prosesi Budaya Larung yang merupakan kearifan lokal para nelayan. Upacara ini disamping merupakan bentuk dari doa juga merupakan simbol bahwa kemajuan teknologi tidak meninggalkan budaya asli Nusantara.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Terlepas dari karya unggul yang dihasilkan, inovator Indonesia masih banyak menghadapi kendala dengan berbagai peraturan yang tidak memungkinkan riset dimulai setiap saat dan dilaksanakan pada tahun jamak disesuaikan dengan karakteristik penelitiannya. Namun demikian, hambatan terbesar kemajuan inovasi adalah kurangnya sifat entrepreneur. Oleh sebab itu kami bersama Kabinet Kerja akan memperbaiki iklim inovasi yang sifatnya lintas kementerian untuk memperkuat Program Teknopreneur. Dengan iklim inovasi yang lebih baik maka intrepreneur di bidang Iptek akan berkembang pesat.

Hadirin sekalian,
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Wabillahit taufiq walhidayah, Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Jakarta, 4 Agustus  2015
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Prof. Mohamad Nasir