Dalam upaya peningkatan sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM IPTEK), pelaksanaan Program Tugas Belajar Pascasarjana Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menghasilkan Doktor dalam bidang  Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Padjajaran.

Seiring dengan pelaksanaan ibadah Ramadhan 1436 Hijriyah, secara berurutan 3 (tiga) pegawai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yakni Dr. Hanief Arief, S.T., M.AP, Dr. Qiqi Asmara, S.T., M.Si., dan Dr. Ferry Ramadhan, S.T., M.Si.,  berhasil lulus setelah melalui Ujian Sidang Promosi Doktor di Gedung Program Pascasarjana Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung sehingga berhak menyandang gelar tertinggi dalam bidang akademik tersebut

Dr. Hanief Arief, S.T., M.AP., Kepala Bidang Pengusaan dan Pengembangan, dalam disertasinya  yang berjudul Evaluasi Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan Studi Pengembangan Biogas di TPST Bantargerbang, menyatakan bahwa pengembangan energi terbarukan dengan merubah sampah kota menjadi biogas di TPST Bantargebang belum mencapai tujuan yang diharapkan, hal ini dikarenakan belum optimalnya manajemen pengelolaan sampah kota yang dilakukan,  mulai dari pengurangan, penanganan dan pemanfaatan sampah kota.

Menurut Hanief Arief, hal ini disebabkan karena pengelolaan sampah kota untuk energi terbarukan hanya dilihat pada sisi aspek teknologi saja sehingga perlu penguatan aspek-aspek yang lain seperti regulasi, kelembagaan, pembiayaan dan sosial budaya masyarakat sehingga penyelesaiannya mesti dilakukan dari hulu hingga hilir.

Dr. Qiqi Asmara, ST., M.Si.  yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Program, melakukan penelitian  Evaluasi Kebijakan Proses Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Semanjung Muria Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah.  Pada  pembahasan disertasinya Qiqi Asmara mengangkat kontroversi evaluasi kebijakan rencana pembangunan PLTN  yang dicanangkan oleh Pemerintah. Dimana dalam implementasi kebijakan tersebut mendapat penolakan dari masyarakat, karena kekhawatiran akan menimbulkan bahaya radiasi dalam pengoperasiannya.

Selain itu Qiqi Asmara mengatakan bahwa, “Kebijakan untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik melalui PLTN, diperlukan partisipasi dari masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tidak serta-merta Pemerintah mengimplementasikan kebijakan tersebut. Walaupun memerlukan waktu yang panjang dalam implementasinya, disinilah Pemerintah harus konsistensi mengawal kebijakan ini”.

Sedangkan Dr. Ferry Ramadhan, ST., M.Si.  Kepala Bidang Industri, mengemukakan permasalahan utama dalam penelitiannya yaitu capaian realisasi output usulan proposal peneliti pada program insentif riset dasar dan realisasi output proposal hasil (lolos) seleksi program insentif riset dasar selama kurun waktu 4 (empat) tahun (2008-2011) mengalami penurunan serta capaian output publikasi ilmiah yang dihasilkan dari program insentif riset tidak menunjukkan kenaikan melainkan fluktuatif  selama kurun waktu 5 (lima) tahun (2007-2011).

Berkaitan dengan hal tersebut, Ferry Ramadhan menyatakan bahwa, hasil evaluasi internal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam dokumen Lakip KNRT tahun 2005-2009, hanya menjelaskan realisasi capaian output publikasi ilmiah yang dihasilkan  dari seluruh  jenis  program  insentif  riset  pada   tahun  (2005-2009)  tidak tercapai terutama kontribusi publikasi ilmiah yang  berasal  dari  riset  dasar,  sedangkan dalam dokumen Lakip tahun 2010 dan tahun 2011 telah terjadi  penurunan target terhadap publikasi ilmiah yang  dihasilkan dari insentif riset dasar.

Pada kesempatan Ujian Sidang Promosi Doktor tesebut, turut hadir Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., Staf Ahli Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Bidang Relevansi dan Produktivitas. Beliau menyampaikan tantangan  perubahan nomeklatur Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  dari Kementerian Kelompok III menjadi Kementerian Kelompok II dalam menyelenggarakan fungsinya, tidak hanya pada perumusan dan penetapan kebijakan, tetapi saat ini meluas hingga  pelaksanaan kebijakan kegiatan teknis yang berskala nasional.

Agus Puji Prasetyono memiliki harapan besar agar para Doktor yang mumpuni di bidang Ilmu Administrasi Publik lulusan Universitas Padjajaran ini, dapat terlibat secara aktif menjalankan fungsi Pemerintahan, baik dalam hal penyelenggaraan pelayanan publik maupun pembangunan ekonomi, sosial, dan pada bidang-bidang pembangunan yang lainnya. Sehingga tujuan, arah, dan sasaran pembangunan ilmu dan pengetahuan dapat lebih fokus dan mudah dicapai. (flh/bkkpkemenristekdikti).