Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti diwakili Ophir Sumule, pejabat eselon 1 LIPI dan Badan Ekonomi Kreatif (BEK) hadir dalam Pameran Pekan Kreatif Nusantara mulai tanggal 1 – 5 April 2015 yang bertempat di Kawasan Budaya Jetayu sebagai rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ke – 109.

Acara pameran dan juga Seminar Nasional dengan tema “Pekalongan Kota Kreatif Pembangunan Berbasis Budaya (Menuju World Culture Forum 2016) dalam Rangka Pekan Batik ke -7” dan Pameran Inovasi Kota Pekalongan pada tanggal 30 April 2015 dibuka oleh Mendikbud, Anies Baswedan.

“Tidak mudah untuk dikatakan sebagai kota kreatif dan imajinatif yang teraplikasikan dalam wujud nyata. Di balik kreasi dan inovasi batik, ada iklim kreativitas yang tumbuh subur dan membentuk jejaring kota kreatif.” Demikian yang disampaikan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan yang didampingi Kacung Marijan, Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah.
Lebih lanjut Anies mengatakan “Tugas kita adalah memastikan iklim inovasi dan kreasi tersebut terus tumbuh dalam budaya batik. Ekspresi budaya tersebut tidak dapat diduplikasi. Setiap karya adalah potret diri dari pembuatnya.” Acara yang digagas Kantor Ristekin Kotamadya Pekalongan ini sangat meriah dengan kerjasama berbagai stakeholder termasuk Bank Indonesia.

Kota Pekalongan telah dikenal sebagai Kota Kreatif Dunia. Bahkan sejak 1 Desember 2014, Kota Pekalongan menjadi satu – satunya kota di Asia Tenggara yang dikukuhkan oleh UNESCO sebagai salah satu anggota jaringan Kota Kreatif bersama dengan 28 kota dari penjuru dunia untuk kategori Craft & Folk Arts (Kerajinan dan Seni Rakyat).  Semua itu, kata Menteri bukan karena mengadopsi atau import budaya dari luar, tetapi karena belajar dari budaya sendiri. Karena itu, pemerintah kota Pekalongan berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi batik sebagai potensi kesenian, kerajinan, dan ekonomi masyarakat Kota Pekalongan.

Dalam sambutannya Walikota Pekalongan, Basyir Ahmad, menyatakan penghargaan kepada Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah yang hadir membuka acara tersebut. Acara ini, ujar Walikota, menjadi salah satu upaya Kota Pekalongan untuk berpartisipasi dalam pembangunan berbasis budaya dan ternyata batik selaras dengan nafas budaya serta mampu menggerakkan roda perekonomian bangsa. Walikota Pekalongan juga berharap dengan adanya seminar nasional ini para peserta dapat menggali, berdiskusi, dan menjadi bagian untuk memperkaya wawasan serta pengetahunan kita mengenai kota kreatif, pembangunan berbasis budaya menuju world culture forum 2016.

Di sela – sela acara tersebut Direktur Sistem Inovasi, Ophir Sumule, menyampaikan kepada Mendikbud tentang pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk produk – produk batik. Selain itu disampaikan pula tentang pentingnya sinergi antar berbagai stakteholder dalam pelestarian/pengembangan teknologi batik dengan cara menempatkan berbagai produk iptek untuk batik yang dihasilkan oleh LPNK dan perguruan tinggi di berbagai museum termasuk museum batik. Dalam acara ini, PP Iptek juga menyelenggarakan pameran serta peragaan sains. Pameran dan peragaan sains tersebut mendapat perhatian yang besar dari para pengunjung. Hal ini terlihat dari penghargaan yang diperoleh PP iptek sebagai stand terbaik dari sisi konten pameran dan jumlah pengunjung (dirtSI-dirPI/bkskpristekdikti)