Senin, 3 Agustus 2015 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengadakan Seminar Nasional bertajuk “Kebangkitan Industri Nasional Berbasis Kemampuan Iptek Anak Bangsa” di Auditorium Gedung BPPT II lantai 3.

Seminar ini mengundang kurang lebih 400 peserta dari kalangan kementerian/lembaga, lembaga litbang, perguruan tinggi, dunia usaha, asosiasi, Dewan Riset Nasional (DRN), Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), DPT, Dewan Riset Daerah, Balitbangda, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), peneliti, perekayasa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Komunitas Iptek lainnya. Turut hadir Menristekdikti, Mohammad Nasir; Menko Koordinator bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo; serta dihadiri pula pembicara dari Pardis Techno Park Iran Mahdi Saffarinia yang akan memaparkan contoh pengembangan techno park di Iran.

AcaraSeminar Nasional ini merupakan salah satu event dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-20. Tema Hakteknas ke-20 adalah “Inovasi Iptek untuk Daya Saing Bangsa”, dengan fokus perhatian pada bidang pangan, energi dan Maritim. Tujuan peringatan Hakteknas selain untuk menghargai karya anak bangsa, mendorong peningkatan inovasi dan kreasi, juga menjadi momentum untuk pertanggungjawaban publik hasil yang dicapai komunitas iptek dan menjadi sarana koordinasi dan komunikasi para pemangku kebijakan dan kepentingan, terutama aktor sistem inovasi nasional dari kalangan Akademisi, Bisnis dan Pemerintah.

Tantangan terbesar untuk mencapai peluang dan mimpi ini yaitu sinergi antara inventor, inovator, investor dan pemerintah. Dengan terselenggarakannya Seminar Nasional ini, diharapkan beberapa permasalahan dapat dirumuskan, diantaranya strategi hilirisasi dan komersialisasi hasil riset, peningkatan pemanfaatan hasil riset, partisipasi industri dalam pendanaan riset dan strategi penyiapan Sumber Daya Manusia agar kualifikasi SDM yang dihasilkan perguruan tinggi selaras dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri.

Untuk membahas permasalahan tersebut, seminar difokuskan pada 2 sub tema, yaitu strategi hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian dan pembangunan (litbang) untuk industri dan identifikasi kebutuhan iptek dan peningkatan partisipsi dunia usaha dalam melakukan dan memanfaatkan hasil riset. M. Nasir berharap peringatan Hakteknas ke-20 dijadikan momentum untuk memamerkan hasil teknologi putra putri bangsa agar dimanfaatkan dunia usaha. “Fokuskan segala upaya untuk mencapai Indonesia yang memiliki kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan kekuatan maritim,” ujar Nasir.

Hasil Seminar ini nantinya menjadi masukan terhadap acara Rakornas Ristek yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Agustus 2015 di tempat yang sama, yang juga merupakan salah satu event dalam rangkaian HAKTKNAS ke 20. (dr/pkl/bkskpristekdikti)