Yang terhormat Gubernur Riau; Gubernur Sumatera Selatan; Gubernur Kalimantan Utara;
Yang terhormat Walikota Solo; Bupati Sragen; Bupati Kaur;   Bupati Sumbawa;
Yang terhormat Rektor Universitas Borneo; Rektor Universitas Riau;
Rektor Universitas Sriwijaya; Rektor Universitas Bengkulu;  Rektor Universitas Sebelas Maret, Solo;
Rektor Universitas Teknologi Sumbawa
Yangt terhormat pejabat di lingkungan Kemenristek-Dikti; Para hadirin yang saya muliakan,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan rahmatNya kita semua pada hari ini dapat hadir di acara Kick Off Pengembangan STP Kemenristek-Dikti. 

 

Hadirin yang saya hormati,  
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 diarahkan untuk lebih memantapkan pembangunan secara   menyeluruh   di   berbagai   bidang   dengan   menekankan   pada pencapaian    daya  saing    kompetitif    perekonomian    berlandaskan keunggulan  sumber  daya  alam  dan  sumber  daya  manusia  berkualitas serta kemampuan IPTEK.  
 

Presiden telah menetapkan kebijakan nasional pembangunan yang dirumuskan  dalam  sembilan  agenda prioritas, yang disebut sebagai NAWA CITA, dimana salah satu dari  agenda prioritas ke-6, adalah  “Meningkatkan Kapasitas Inovasi dan Teknologi”.
 

Ada 3 sasaran dalam peningkatan Kapasitas Inovasi dan Teknologi di atas, yakni:
Meningkatnya hasil penyelenggaraan penelitian, pengembangan dan penerapan iptek;          Meningkatnya dukungan bagi kegiatan iptek termasuk penyediaan SDM, sarana prasarana, kelembagaan, dan jaringan, sertaTerbangunnya 100 (seratus) Taman Sains dan Teknologi (STP).  

 

Hadirin yang saya hormati,
Pemerintah bertekad untuk membangun 100 STP sebagai upaya peningkatan kapasitas inovasi dan teknologi dalam rangka hilirisasi/komersialisasi hasil-hasil riset domestik.  Untuk itu ada 3 terminologi yang dikembangkan:
 
 

Pembangunan National Science and Technology Park (N-STP) diarahkan berfungsi sebagai: pusat pengembangan sains dan teknologi maju, pusat  penumbuhan  wirausaha  baru  di  bidang  teknologi maju; dan pusat layanan teknologi maju ke masyarakat. 
Pembangunan   Science Park   diarahkan   berfungsi sebagai:    penyedia   pengetahuan   terkini   oleh   dosen   universitas setempat,  peneliti  dari  lembaga  litbang  pemerintah,  dan pakar   teknologi   yang   siap   diterapkan

 

untuk   kegiatan ekonomi; penyedia solusi-solusi teknologi yang tidak terselesaikan di Techno Park; dan sebagai pusat   pengembangan   aplikasi   teknologi  lanjut bagi perekonomian lokal. 
Pembangunan   Techno Park diarahkan berfungsi sebagai: pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, peternakan,   perikanan,   dan      pengolahan   hasil   (pasca   panen), industri manufaktur, ekonomi kreatif, dan jasa-jasa lainnya dalam skala ekonomi; tempat     pelatihan,     pemagangan,     pusat     disseminasi teknologi, dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas. 

 

Hadirin yang berbahagia,
Dalam pengembangan STP sinergi unsur triple helix (Akademisi, Bisnis dan Pemerintah) sangat dibutuhkan. Karenanya, kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu STP adalah: pertama, dukungan kuat pemerintah daerah dan lemlitbang/Perguruan Tinggi (sebagai owner sekaligus inisiator).  Sedang dukungan industri sebagai basis investasi, pasar dan pelaku usaha.  Kedua, ketersediaan lahan dan infrastruktur dasar.  Ketiga, komitmen jangka panjang daerah bagi tersedianya biaya operasional STP yang kontinyu.  Keempat, organisasi (Satker Daerah) yang fleksibel, sehingga mampu mengelola STP secara profesional dan mandiri (berbentuk BLUD atau BUMD).  Kelima, manajemen profesional yang mampu mengelola program-program yang ada dengan baik, sehingga STP menjadi relevan, berkelanjutan dan mandiri. 
 

Hadirin yang saya hormati,

Agar STP relevan dan berkelanjutan, maka pengembangan STP harus didasarkan pada potensi dan keunggulan daerah, dalam rangka menyelesaikan permasalahan di daerah (kemiskinan, pengangguran, dll). Karenanya, komitmen jangka panjang pemerintah daerah menjadi faktor kunci bagi suksesnya program STP nasional.  Untuk itu pengembangan STP harus diintegrasikan dalam program pembangunan daerah, dan tercantum dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD dan RPJPD).
 

Hadirin yang berbahagia,

Dalam upaya pengembangan STP,  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mempunyai tugas 2 (dua) utama yaitu:
 

Pertama sebagai koordinator nasional pengembangan STP, dimana tugasnya adalah:
Mengkoordinasikan penyusunan Inpres Pengembangan STP,Mengkoordinasikan penyusunan Grand Scenario pengembangan STP Nasional,Menetapkan Norma Standar Prosedur Kriteria (NSPK) STP,Melaksanakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi kegiatan STP nasional, danMengembangkan Sistem Informasi dan Database STP nasional. 
Kedua, melaksanakan fasilitasi/dukungan bagi pengembangan STP di 8 lokasi, baik STP yang telah ada (existing) maupun yang baru. Fasilitasi yang diberikan antara lain: melaksanakan kajian kelayakan (feasibility study) pengembangan STP; penyusunan Master Plan (Kawasan & Kelembagaan);  penyusunan Detail Engeenering Design (DED); pengembangan SDM pengelola (Capacity Building); pembangunan Sarana dan Prasarana; pengembangan Kelembagaan; serta desain dan implementasi program inovasi.
 

Hadirin yang saya hormati,

Dalam rangka fasilitasi bagi pengembangan 8 STP di atas, maka pada hari ini kita melaksanakan “kick-off” yang menandai dimulainya secara resmi program fasilitasi pengembangan STP lingkup Kemenristek-Dikti.
 

Kami sangat mengharapkan kegiatan pengembangan STP yang kita mulai hari ini terus berkelanjutan, jangan sampai program ini seperti menggarami air laut, tidak berkelanjutan.  Karenanya, kami mengajak semua pihak untuk bersinergi, bersatu padu mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama ini.  Akhirul kalam, semoga Allah SWT senantiasa membantu dan mempermudah upaya kita.  Aamin ya Rabbal ‘alamin.
 

Sekian dan Terima Kasih,
 

Wassalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
 

Jakarta, 7 April 2015
Mm
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,
 
 
Mohamad Nasir