SURAKARTA – Ravik Karsidi dalam sambutan perayaan Dies Natalis ke-41 UNS, Sabtu (11/3), mengatakan bahwa UNS bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa, dan tidak hanya untuk sekitar saja tetapi Nasional. Kedepannya menurut Ravik, UNS siap mengemban amanah sebagai PTN BH.

“Kesiapan itu kami tunjukkan dengan berbagai capaian prestasi dan apresiasi pengakuan terhadap kiprah dan sepak terjang selama ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui UNS saat ini telah memperoleh antara lain peringkat unggul (A) Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang diberikan oleh BAN PT, Clustering Kemenristekdikti masuk di Cluster 1, peringkat ke-5 di Indonesia dari UI GreenMetric World University Ranking 2017, prestasi mahasiswa bertaraf internasional seperti juara 2 Urban Diesel di Shell Eco Marathon Asia 2016, dan secara 7 kali berturut-turut mendapatkan Opini WTP dalam penilaian kinerja keuangan.

“Sementara untuk memberikan fasilitas kampus yang memadai, saat ini UNS sedang merancang perluasan kampus baru di luar kota Solo sebagai Kampus satelit diperuntukkan bagi pengembangan ilmu pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan dan fakultas/prodi baru,” jelasnya.

Saat ini tambahnya, juga sedang digagas dan dijalankan UNS Cultural Metrics (UNS C-Metrics). Menurutnya sebagai Kampus yang berkedudukan di Kota Solo, Kota akarnya budaya bangsa, UNS melalui tri dharma Perguruan Tinggi berperan sentral dalam pelestarian dan pengembangan penelitian bidang budaya.

“Karenanya untuk implementasikan hal itu, kami hari ini memberikan UNS Awards 2017 dalam bidang budaya kepada budayawan Goenawan Mohammad Soesatyo,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan komentar untuk Dies Natalis ke-41 UNS ini, menurutnya UNS adalah salah satu tempat dimana nuansa ilmiah dan budaya itu menyatu.

“Sejak pagi tadi kami diperkenalkan hasil inovasi dan museum UNS, ini merupakan bentuk dimana nuansa keilmiahan, keilmuan, dan budaya kejawaan, ke Indonesiaan menyatu. Dan UNS sukses mengembangkan diplomasi budaya ke dunia internasional,” tuturnya.

Sementara itu Menristekdikti Mohamad Nasir melihat dari sisi perkembangannya, usia mungkin baru 41 tahun, namun capaiannya sudah luar biasa untuk UNS.

“Ada falsafah, usia itu pasti bertambah menjadi tua, tapi dewasa itu pilihan. Belum tentu dengan usia Perguruan Tinggi itu menunjukkan kedewasaannya. UNS ini menunjukkan kedewasaannya dengan berbagai prestasi, jadi bukan ketuaannya, tapi kedewasaannya sangat terlihat, contohnya dari publikasi yang sangat banyak,” kata Nasir.

Menurut Nasir dirinya juga akan coba bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata agar Surakarta menjadi salah satu destinasi wisata dunia dan masuk dalam katalog pariwisata, wisata Kampus berbudaya lokal.

Mencoba membandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok. Jelas Nasir disana Perguruan Tingginya tidak terlalu banyak, namun sangat maju. Kalau Perguruan Tinggi makin banyak diikuti kualitas makin bagus, tapi kalau tidak, ini harus diperbaiki.

“Mereka hanya sekitar 11 Perguruan Tinggi sudah dapat masuk 500 Perguruan Tinggi dunia, kita banyak namun baru masuk 2 PTN di peringkat 500 besar dunia. Ini tantangan tersendiri,” paparnya.

Terkait dengan produktivitas penulisan, UNS menurutnya merupakan salah satu PTN yang penulisannya produktif. Contoh lain, bagaimana hilirisasi ke industri dilakukan dan dikomersialisasikan juga UNS sudah lakukan.

“Contohnya mobil minibus listrik yang saya luncurkan tadi, itu bentuk hasil inovasi yang berhasil dihilirisasi, harus terus kita lakukan, contoh lain adalah padi organik dari UNS, dimana 1 lahan hektar padi organik menghasilkan 8 ton beras dan harga jualnya tinggi,” ungkapnya.

Nasir juga katakan mendukung UNS menjadi PTN BH sesaat setelah meresmikan Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi UNS. (DZI)

Galeri