Makassar – Menjelang puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 pada 10 Agustus, berbagai persiapan pembuatan kapal pelat datar inovasi anak bangsa sudah siap untuk diluncurkan, hal tersebut disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir usai menguji coba pelayaran kapal tanpa lekukan tersebut di galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Makasar, Sulawesi Selatan, (8/8).

“Kapal sudah siap, walaupun masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki kelayakannya seperti kemudi, namun, yang baiknya adalah tidak ada kebocoran pada lantai kapal ini. Itu merupakan bagian yang sangat penting, apalagi dengan menggunakan bahan bakar gas, pasti bisa lebih stabil lagi,” ucap Menteri Nasir disela-sela uji cobanya.

Pada uji coba ini, Menristekdikti, M. Nasir ditemani Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad, dan Rektor Universitas Hasanuddin Makassar Dwia Aries, serta Eselon II di lingkungan Kemenristekdikti lainnya.

Menteri Nasir juga berharap inovasi anak bangsa khususnya pada bidang maritim bisa terus di gelorakan menjelang Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang membawa tema Pembangunan Maritim Berbasis Teknologi. Kapal pelat datar berwarna merah putih ini juga nantinya akan dipamerkan pada puncak peringatan Hakteknas ke-22 di Center Point Of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan.

Digadang-gadang menjadi kapal laut terbaik dan bernilai ekonomis dibandingkan kapal laut lain yang setara dikelasnya, kapal bermesin konverter ini dinilai tepat, karena dapat mengurangi ketergantungan nelayan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus mengurangi biaya bahan bakar karena penggunaan gas yang dinilai lebih murah dan irit.

“Sebagian orang masih beranggapan bahan dasar baja itu mahal, padahal ini jauh lebih murah dan efisien. Kerja sama yang baik antara peneliti, Universitas, dan industri harus terus ditingkatkan. Saya harap nantinya ini bisa di produksi secara massal untuk disebarkan kepada nelayan di Indonesia,” pungkas Nasir.

Sebagaimana diketahui, Kapal Ikan Nelayan Berlisensi 10 Gross Tonnage (GT) berkonsep pelat datar ini memiliki panjang 15 Meter, dengan lebar 4 Meter dan Tinggi 2,8 meter. (ard/dnv)