Jakarta 11 Juli 2017, “Workshop Tunas Sistem dan Budaya Integritas di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi”, diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi harapan agar terciptanya sistem  “Integritas Nasional”, dalam rangka pemberantasan korupsi, dengan melibatkan semua pilar-pilar penting yang ada di Indonesia,” ujar Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho.
Kegiatan ini bekerjasama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Adapun tujuan kegiatan ini adalah “pelaksanaan pembangunan sistem dan budaya integeritas di Kemenristekdikti, agar terciptanya sumber daya manusia yang memiliki budaya kerja, dibangun diatas landasan komitmen yang tinggi, disertai semangat untuk memajukan bangsa, melalui pelaksanaan tugas dan fungsi yang lepas dari korupsi, kolusi dan nepotisme”.
Kegiatan ini diikuti oleh 41 orang yang terdiri pejabat Eselon I, II, dan beberapa pimpinan PTN.  Aktivitas juga meliputi penandatangan “Komitmen integritas, dari Menristekdikti, para Eselon I dan II, serta perwakilan beberapa PTN”.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, “Menyedihkan bagi kita semua, jika mendengar dan melihat beberapa  pejabat (eselon 1, 2 dari beberapa Kementerian/Lembaga, serta   Bupati, Walikota) yang sampai tertangkap pada “Operasi Tangkap Tangan (OTT)”.
Maka semua Kementerian dan Lembaga, harus dengan baik menjaga institusi dan tata kelola Universitas maupun Pemerintahdengan baik.
Ada 4 elemen utama yang harus diperhatikan oleh pengelola manajemen dan keuangan Negara, yaitu:  “Transparency, Fairness, Accountability, Responsibility”.
Selain itu organisasi yang ada pada Institusi atau Perguruan Tinggi, juga jadi perhatian Menristekdikti. Organisasi harus independen antara struktur organisasi dengan hal lain yang berbau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Menristekdikti juga sangat  mengapresiasi Perguruan Tinggi yang sudah mempunyai kajian anti korupsi.
Menristekdikti menegaskan, “Semoga kegiatan ini mampu mendorong kinerja anti korupsi menjadi lebih baik kedepannya”.  Semoga setiap insan yang hadir mempunyai komitmen untuk memberantas tindakan korupsi, dimulai dari diri sendiri dan menyebarkan budaya baik dan integritas tinggi kepada masyarakat sekitarnya.