Salah satu finalis Young Southeast Asian Leaders Initiatives (YSEALI) World of Food Innovation Challenge 2016¸ tim MINO dari Indonesia memberikan presentasi akhir (pitching) di hadapan para National Committee on Science and Technology (COST) chairperson pada the 6th ASEAN-US Consultation on Science and Technology yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2016 di Siem Reap, Kamboja.

Bersama finalis lainnya dari Kamboja dan Malaysia, pitching selama kurang lebih lima menit tim MINO Indonesia berhasil menarik decak kagum para National COST Chairperson dan ASEAN Secretariat. Tim Mino berhasil menjawab pertanyaan dari Singapura dan Indonesia dengan tepat dan penuh percaya diri.

kamboja-3

Terdiri dari tiga mahasiswa tingkat akhir Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabil Satria, Fajar Sidik, dan Untari Ramadhani, menciptakan terobosan teknologi berupa micro bubble untuk meningkatkan jumlah oksigen yang larut dalam air guna meningkatkan pertumbuhan ikan. Disupervisi oleh Dr. Deendarlianto (Kepala Pusat Studi Energi UGM), terobosan teknologi ini sudah diuji coba oleh petani ikan di daerah Bokesan, Yogyakarta, Indonesia. Hasil yang disampaikan dalam konsultasi iptek ASEAN-Amerika Serikat bahwa teknologi MINO berhasil meningkatkan hasil produksi sebesar 62%.

Setiap negara ASEAN, akan memberikan penilaian akhir untuk setiap finalis YSEALI tersebut dan hasil penilaian tersebut akan disampaikan pada Award Ceremony ASEAN 2016 pada tanggal 28 Oktober 2016 di Siem Reap, Kamboja.

kamboja-4

Pada konsultasi iptek ASEAN-Amerika Serikat juga disampaikan pemenang dari ASEAN-US Prize Women in Science yakni dari Thailand, Dr. Worajit Setthapun. Nina Hachigian selaku Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN menyampaikan bahwa kandidat peneliti perempuan yang masuk merupakan peneliti perempuan yang outstanding di bidang energi berkelanjutan (sustainable energy) sehingga Amerika Serikat bersama UL (Underwriters Laboratories) dan USAID menetapkan ASEAN-US Prize Women in Science 2016, untuk menambahkan pemenang runner up dari Malaysia. Dr. Sharifah Rafidah Wan Alwi, Malaysia, telah memberikan kontribusi yang luar biasa tidak kalah dari Thailand terhadap bidang yang digeluti yakni bidang energi berkelanjutan. Selain itu, Amerika Serikat juga menyampaikan perkembangan pada ASEAN-US Fellowship Program 2016-2017 yang selama tiga periode telah memperoleh dukungan dari US Progress. Melihat dampak positif dari program fellowship ini, Amerika Serikat menyampaikan bahwa program fellowship ini akan berlanjut dengan bekerjasama dengan ASEAN Foundation untuk periode 2017-2018.  

kamboja-6

Konsultasi iptek ASEAN-Amerika Serikat ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal selaku National COST Chairman untuk Indonesia dan perwakilan Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Kemenristekdikti. Konsultasi iptek ASEAN-Amerika Serikat berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2017. (ap/kskp)