Jakarta-3.140 sarjana pendidikan siap diberangkatkan ke Papua, Aceh, NTT, dan pelosok negeri lainnya, Selasa (18/8). Di Auditorium Gedung Dikti, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi secara resmi memberangkatkan Angkatan V program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T).

Indonesia Optimis menjadi visi gelaran ini. Bersamaan dengan semangat perayaan Indonesia ke-70, kontribusi untuk bangsa ini juga  dihadirkan lewat semangat anak-anak muda ini yang akan mencerdaskan Indonesia di pelosok nusantara. Hingga kini Indonesia masih punya pekerjaan rumah mengenai pendidikan di wilayah pedalaman. Tidak ada guru, tidak ada akses mudah menuju sekolah, dan setumpuk ketidakadilan hak pendidikan lain adalah masalah tidak berkesudahan.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berkomitmen untuk meniadakan batas kesenjangan itu, lewat program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM-3T). Sejak tahun 2011, sebanyak 10.452 sarjana pendidikan telah berangkat untuk mengabdi. Setahun mengabdi, menempa karakter diri, sekaligus turut merekatkan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka lalu kembali ditempa lewat beasiswa program Pendidikan Profesi Guru, sebelum siap pakai jadi guru bermutu.

 Jalan panjang mempersiapkan kelahiran guru profesional menjadi bermakna dan kian berdampak lewat kerja sama sinergis dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga para lulusan program ini bisa berkarier menjadi pendidik. Tugas menjaga mutu calon pendidik tetap ada pada Kemristekdikti, yang menaungi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK). Hal itu secara tegas telah diatur dalam UU No. 20 tahun 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa seorang calon pendidik harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh LPTK.

 Selanjutnya, secara teknis pembinaan dan penempatan karier diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

 Siap Berangkat ke 54 Kabupaten

Pemberangkatan ini adalah pintu gerbang sebelum para sarjana ini terjun ke medan pengabdian. Sebelumnya, mereka telah mengikuti seleksi ketat juga gemblengan yang berat. Dari tahun ke tahun, berdasarkan metadata tim Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, jumlah pendaftar semakin bertambah. Dari semula sejumlah 8000 di tahun 2011, dan hingga sekarang pada tahun 2015 meningkat signifikan menjadi 13.884 pendaftar.

 Tidak semua sarjana pendidikan mampu berada di ruangan ini, hari ini. 3.140 sarjana pendidik yang siap berangkat ini adalah anak-anak muda terpilih. Mereka berasal 16 LPTK dengan 28 program studi. Mereka telah siap mengabdi di 54 Kabupaten, mulai dari Aceh, NTT, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, hingga Papua. (NRS)