Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro serta launching Mata Kuliah Technopreneurship, dan Penetapan Sekretariat Forum Komunikasi Pusat Inovasi Indonesia.

Peresmian ini dilaksanakan setelah Menristekdilti meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang pada selasa (31/5).

Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) ini merupakan perwujudan hasil kerja sama antara Undip dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka mempercepat proses hilirisasi hasil-hasil riset di Undip.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti menyampaikan bahwa salah satu upaya meningkatkan daya saing bangsa adalah melalui inovasi. Inovasi merupakan suatu wujud hasil rekayasa pemikiran atau riset. Namun saat ini inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh universitas khususnya hanya berhenti pada publikasi saja, belum sampai pada tahap hilirisasi. Padahal untuk mendukung daya saing bangsa, hasil-hasil riset tersebut harus dihilirkan menjadi suatu produk inovasi.

“Biaya riset itu mahal. Untuk itu hasil riset di perguruan tinggi khususnya harus dihilirkan ke dunia usaha atau industri. Jangan hanya berhenti di publikasi ilmiah saja,” tekan Menteri Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Nasir juga meluncurkan mata kuliah Technopreneurship yang akan diadopsi oleh Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Nasir mengapresiasi pengadopsian mata kuliah Technopreneurship di Fakultas Teknik UNDIP.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi era global. Namun demikian, Nasir berpesan bahwa mata kuliah tersebut dapat dikembangkan dengan mengkombinasikannya dengan disiplin ilmu lain.

Di akhir acara, M. Nasir berkesempatan untuk meninjau pameran mini hasil-hasil riset dan produk inovasi yang dihasilkan oleh civitas akademika Universitas Diponegoro. (Msf/bkkp)

Galeri