#Siaran Pers Kemenristekdikti
No: 47/ SP/HM/BKKP/V/2017
Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memberikan Kuliah Umum di kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT), Tarakan Kalimantan Utara (8/6/2017). Orasi ilmiah ini dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Badrun, Rektor UBT Adri Paton, Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Kalimantan, Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kalimantan Utara, Walikota Tarakan Sofian Raga dan civitas akademika UBT.
Mengawali  kuliah umumnya Menristekdikti menyampaikan fakta bahwa saat ini  terdapat 4.498 perguruan tinggi di Indonesia dengan 25.548 program studi. Jumlah perguruan tinggi Indonesia ini lebih banyak dibandingkan jumlah perguruan tinggi Tiongkok yakni sebanyak 2.825 perguruan tinggi, padahal Tiongkok memiliki jumlah penduduk lebih besar. Menristekdikti berharap agar perguruan tinggi di Indonesia senantiasa meningkatkan kualitasnya, bukan hanya unggul dalam kuantitas, sehingga dapat bersaing di tingkat dunia.
“ Ada tiga perguruan Indonesia yang masuk 500 besar dunia. Tahun ini ada pergerakan besar peringkat perguruan tinggi Indonesia di dunia (QS), Universitas Indonesia di peringkat 277 naik 48 peringkat dari tahun sebelumnya di 325. Institut Teknologi Bandung di peringkat 331 dan Universitas Gadjah Mada naik 99 peringkat menjadi peringkat 402,” ujar Menristekdikti. Ini adalah bukti bahwa kualitas perguruan tinggi Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun dan dapat bersaing di tingkat dunia.
Kemenristekdikti mengatakan bahwa UBT harus selalu berbenah baik dari penguatan sumber daya manusia maupun fasilitas pendidikan agar mampu mengejar ketertinggalan dari perguruan tinggi yang telah masuk peringkat dunia. Kemenristekdikti berkomitmen untuk mendukung UBT melalui pemberian beasiswa bagi dosen, beasiswa mahasiswa dan dana pembangunan infrastruktur. Menristekdikti mengajak UBT bersama-sama pemerintah provinsi dan masyarakat untuk membangun perekonomian Kalimantan Utara.
Lebih lanjut, Menristekdikti mengatakan untuk meningkatkan akses anak Indonesia untuk masuk perguruan tinggi, Kemenristekdikti selalu berupaya meningkatkan program beasiswa. Untuk kalangan tidak mampu telah disiapkan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.
“Beasiswa Bidikmisi tahun ini disiapkan untuk 80.000 orang, tahun 2018 diusulkan meningkat 90.000 orang “ jelas Menristekdikti. Untuk mahasiswa dari Papua dan daerah 3T, Kemenrisekdikti juga mengalokasikan Beasiswa Afirmasi Papua dan Daerah 3T.
Rektor UBT Adri Paton dalam laporannya menyampaikan bahwa Universitas Borneo Tarakan merupakan satu- satunya PTN di provinsi Kalimanan Utara. UBT merupakan perguruan tinggi yang berada di daerah perbatasan dengan Malaysia, termasuk kategori daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Faktor geografis di posisi perbatasan ini akan sangat menentukan kesan kuat bagi negara tetangga terhadap gambaran kondisi pendidikan di Indonesia.
Rektor UBT mengucapkan apresiasi atas kehadiran Menristekdikti memberikan kuliah umum di UBT. “ Kunjungan Menristekdikti ini merupakan bentuk komitmen Kementerian untuk menjadikan UBT sebagai perguruan tinggi terdepan. Senada dengan nawacita Presiden Jokowi “membangun Indonesia dari pinggiran”, Bapak Menteri turut membangun perguruan tinggi dari pinggiran,” ujar Rektor UBT.
Rektor UBT berharap Kemenristekdikti terus mendukung perkembangan UBT baik dari segi infrastruktur maupun pengembangan kualitas sumber daya manusia agar dapat bergerak maju sejajar dengan perguruan tinggi lainnya. Universitas Borneo Tarakan merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2010. Kampus Utama Universitas Borneo Tarakan berada dibagian timur kota Tarakan.
Sekda Provinsi Kalimantan Utara mengatakan bahwa Pemerintah Kaltara menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan kerja Menristekdikti ke Kalimantan Utara. Pemerintah Kaltara senantiasa mendukung perkembangan Universitas Borneo Tarakan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan pemberian hibah lahan, hibah penelitian dan beasiswa. “ Melalui MoU yang telah ditandatangani, Pemerintah Provinsi Kaltara telah menyiapkan 150 beasiswa Kaltara Cerdas dan Hibah Penelitian sejumlah 1,5 milyar rupiah. UBT merupakan pengungkit kemajuan daerah perbatasan,” ujar Badrun.
Jaga Kebhinekaan, “Dari Kalimantan untuk Indonesia”
Dalam Kuliah Umumnya, Menristekdikti juga mengingatkan agar civitas akademika Universitas Borneo Tarakan untuk menjaga kebersamaan dan kebhinekaan serta mencegah tumbuhnya bibit-bibit radikalisme. “ Mudah-mudahan seluruh perguruan tinggi di Kalimantan dapat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menangkal tumbuhnta Radikalisme dan Terorisme di kampus,” pesan Menristekdikti.
Menteri Nasir menjelaskan bahwa Kemristekdikti telah mempersiapkan formula mencegah berkembangnya gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, paham radikal, dan intoleransi di kampus melalui program General Education. Program di bawah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) ini berusaha menanamkan wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, serta pluralisme.
Sebagai bentuk komitmen insan perguruan tinggi se-Kalimantan terhadap upaya pencegahan radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba di perguruan tinggi, Menristekdikti, Sekda Kaltara, Dirjen Belmawa beserta seluruh rektor PTN se-Kalimantan dan pimpinan PTS se-Kalimantan Utara menandatangani Deklarasi “ Dari Kalimantan untuk Indonesia”.
Dalam kunjungan kerja ini, Menristekdikti juga berkesempatan melakukan Peresmian Gedung Rektorat dan Laboratorium Teknik Universitas Borneo Tarakan. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menristekdikti.
Usai memberikan kuliah umum di Universitas Borneo Tarakan, kunjungan kerja Menristekdikti dilanjutkan dengan Safari Ramadhan ke Kabupaten Tana Tidung. Disana, Menristekdikti  direncanakan akan memberikan Ceramah Ramadhan serta Shalat Tarawih dan Shalat Subuh berjamaah dengan masyarakat Kabupaten Tana Tidung.
Firman Hidayat
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti