SURAKARTA – “Mudah-mudahan seluruh Indonesia mendapatkan maghfiroh, mudah-mudahan dengan membaca quran ini bisa memberikan kedamaian,” kata Nasir saat ikut serta dalam acara Kampus Nusantara mengaji di Masjid¬† Nurul Huda UNS, Jumat (10/3) malam.

Menurut Nasir, Nusantara mengaji ini kegiatannya berlangsung sejak tahun yang lalu dan mulai dirintis pada akhir tahun 2015. Inisiatornya saat itu adalah Bapak Muhaimin Iskandar dan beberapa Kyai, dan dilaksanakan pertama kali di Institut Ilmu Quran Jakarta.

“Alhamdulillah pada tahun itu sudah dihapalkan Al Quran sejumlah 330.000 kali. Malam ini adalah awal lagi memulai kegiatan Nusantara mengaji yang dilakukan oleh sekitar 40 Perguruan Tinggi Indonesia,” ungkap Nasir.

Nasir berharap mudah-mudahan dalam rangka Dies Natalies ke-41 UNS ini menjadi berkah, karena melihat situasi di Indonesia ada beberapa situasi radikalisme yang tidak baik, dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan mengurangi hal-hal seperti itu.

“Saya berharap seluruh mahasiswa, terutama yang muslim dapat mengembangkan kegiatan yang baik seperti ini. Baik yang beragama islam ataupun tidak, sesuai agamanya, kegiatan seperti Kampus Nusantara Mengaji ini harus dicontoh,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu beberapa Rektor Perguruan Tinggi Negeri pun melalui teleconference menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi kegiatan positif.

“Insya allah kami mendukung kegiatan ini, dan seluruh civitas akademika Kampus mendukung pengajian seperti ini,” tutur Rektor Unhas Dwia dan Rektor Undip Yos Johan melalui monitor.

Pada kesempatan itu Nasir juga berpesan kepada civitas UNS bila nanti sudah jadi PTN BH, jangan dianggap PTN BH itu bisa menjadi komersial.

“Kami larang betul PTN melakukan komersialisasi pendidikan, jangan sampai anak miskin tidak bisa kuliah di UNS. Itu bagian dari pesan spiritual juga,” pungkas Nasir. (DZI)

Galeri