SIARAN PERS

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema Kebijakan Pengembangan Perguruan Tinggi Riset pada acara puncak Dies Natalis ke 11 Universitas Bangka Belitung (Pangkal Pinang, 13/4/2017).

Menristekdikti di depan civitas akademika Universitas Bangka Belitung mengatakan bahwa setiap perguruan tinggi harus memiliki rencana pengembangan jangka panjang dan mengukur pencapaian dari rencana tersebut “UBB membuat semacam milestone yang setiap 5 tahunnya apa yang akan dicapai, sampai 25 tahun target apa yang harus tercapai. Rencana pengembangan ini harus berkesinambungan, jangan ganti rektor ganti perencanaan ” ujar Menristekdikti.

Lebih lanjut Menristekdikti mendorong tumbuhnya budaya penelitian di perguruan tinggi. Perguruan tinggi harus mampu menangkap peluang riset yang memiliki manfaat besar bagi daerahnya. Menristekdikti melihat riset di bidang energi dan energi terbarukan sangat penting digali di Provinsi Bangka Belitung. “Listrik di Babel masih sangat kurang, hari ini saya sudah mengalami 4 kali mati lampu. Riset di bidang pembangkit listrik dari tenaga nuklir sangatlah bermanfaat, hampir semua negara maju di dunia telah memanfaatkan tenaga nuklir sebagai sumber energi “ jelas Menristekdikti.

Menurut Menristekdikti, riset pembangkit listrik tenaga nuklir dunia saat ini sudah mencapai generasi ke IV yaitu High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR). “Teknologi ini sangat aman, karena jika terjadi bencana reaktor akan shutdown secara otomatis, sehingga memiliki level keamanan yang sangat tinggi”, ungkap Menristekdikti.

Satu pembangkit listrik tenaga nuklir dapat menghasilkan lebih kurang 5600 MW listrik. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah melakukan studi kelayakan dan uji tapak pembangunan PLTN di Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan. Dari kajian tersebut disimpulkan bahwa pada kedua Kabupaten tersebut layak dibangun PLTN. “dari hasil kajian, struktur tanah di bangka belitung cocok untuk PLTN, karena selama ini cukup stabil dan bebas dari gempa”, ujar Menristekdikti.

Universitas Bangka Belitung sebagai perguruan yang masih berusia muda harus mulai secara bertahap mengembangkan diri. Mulai dari pengembangan sistem pembelajaran, pengembangan riset, kualitas dosen dan mahasiswa. Menristekdikti mendorong agar dosen di Universitas Bangka Belitung untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. “Tahun ini Kemenristekdikti menyediakan sekitar 2500 beasiswa bagi dosen yang ingin kuliah lagi” ungkap Menristekdikti.

Rektor Universitas Bangka Belitung Muhammad Yusuf mengatakan bahwa UBB sebagai perguruan tinggi baru senantiasa berbenah untuk meningkatkan diri. UBB resmi berdiri pada tanggal 12 April 2006. Pendirian UBB merupakan hasil penyatuan dari Politeknik Manufaktur Timah (Polman Timah), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER Bangka), dan Sekolah Tinggi Teknik Pahlawan 12 (STTP 12). “ Saat ini UBB memiliki 5 fakultas dan 19 program studi yang diampu oleh 186 dosen, 15 orang diantaranya telah doktor” pungkas Muhammad Yusuf.

Galeri