JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir membuka Rakernas Forum Keluarga Alumni (FOKAL) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (26/08).

Pada acara itu, Mohamad Nasir menyampaikan agar pendidikan vokasi harus disebarluaskan ke publik dan diperbaiki cara sistem pendidikannya. Menurutnya, dosen pengajar pendidikan vokasi harus dari industri sehingga para mahasiswa dapat langsung mengerti prakteknya.

“50% harus berhubungan dengan industrinya, yang 50% lagi akademik. Dari total tersebut, 70% praktek dan 30% teori,” ujar Nasir.

Nasir juga menambahkan, pemerintah kini telah mengutus Perguruan Tinggi dan Politeknik yang langsung ditunjuk untuk melaksanakan amanat tersebut. “Salah satunya adalah Politeknik Negeri Bandung. Sekarang kami sedang fokus pada lab sains dan engineering,” tambah Nasir.

Harapannya adalah pegawai di industri yang sudah lihai dibidangnya dapat menurunkan ilmunya sebagai pengajar dan memberikan praktek di vokasi.

Selain itu, Fokal IMM juga membahas mengenai wacana kembalinya UUD 1945 yang asli. Sekjen Fokal IMM, Azrul Tanjung pada kesempatan tersebut menyampaikan untuk jangan melupakan sumber bangsa. “Kita gali kembali dan kita gunakan untuk menjadi dasar pembangunan Indonesia di masa mendatang,” lanjutnya. (dzi/lry)

Galeri