JAKARTA – Malam penganugerahaan Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016 kembali digelar dengan bertempat di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt, Rabu (19/8). Program ini ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada Peneliti Indonesia yang memiliki dedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan.

Acara yang terselenggara sebagai bentuk komitmen antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) ini merupakan kali kelima setelah diselenggarakan pertama kali pada tahun 2008 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Acara Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2016 kali ini mengangkat tema “Menggiatkan Sciencepreneurship Indonesia”, dengan karya penelitian yang diterima oleh panitia sejumlah 271 penelitian. Terdapat peningkatan jumlah penelitian yang masuk sebesar 30% dibandingkan dengan tahun 2014 dengan jumlah 220 penelitian yang diterima.

Irawadi Setiady, Direktur PT Kalbe Farma Tbk. mengatakan, inovasi dan penelitian adalah kunci yang penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. “Kekuatan suatu bangsa untuk bersaing secara global adalah sumber daya manusia dan teknologi. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan Ristekdikti-Kalbe Awards,” jelas Irawadi dalam sambutannya. Ia menambahkan, masih banyak hasil penelitian di Indonesia yang belum dapat dimanfaatkan, hal tersebut diakibatkan antara lain oleh kekurangan informasi teknologi dan pemanfaatan yang belum maksimal.

Hal senada juga diungkapkan oleh Staf Ahli Kemenristekdikti bidang Infrastruktur, Hari Purwanto. “Turunnya peringkat Indonesia dari peringkat 35 ke peringkat 37 merupakan panggilan kepada kita untuk meningkatkan kemampuan kita dalam competitiveness dan technology readiness level,” ungkapnya. Ia mengatakan, untuk meningkatkan gairah peneliti untuk melakukan penelitian, pemerintah menetapkan Undang-Undang Paten untuk mengganti Undang-Undang No. 14 tahun 2001 tentang pembagian royalti. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan adanya peningkatan kekuatan inovasi dan penelitian, agar hasilnya dapat dirasakan oleh setiap aspek masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Atta-Ur-Rahman FRS, Wakil Ketua Komite PBB Bidang Science untuk menyampaikan karya ilmiahnya. Dalam sambutannya, ia mengatakan juga bahwa kunci keberhasilan suatu negara adalah sains, teknologi, inovasi dan birokrasi yang mendukungnya.

Para pemenang Best Research Award mendapatkan hadiah sebesar Rp. 100 Juta untuk juara I, Rp. 75 Juta Juara II dan Rp. 50 Juta untuk Juara III. Sedangkan pemenang Young Scientist Award mendapatkan Rp. 75 Juta. (dzi/sj)