Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Muhammad Dimyati membuka acara Seminar Ilmiah tentang Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Insinas) 2015 pada Kamis, 3 Desember 2015.  Seminar yang digelar di Ballroom Hotel Harris Bandung Jawa Barat turut dihadiri oleh Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Ocky Karna Radjasa selaku Panitia Pelaksana, Para Peneliti, Akademisi, Industry dari Kalangan Pemerintah maupun Pengusaha.

Riset iptek dan inovasi merupakan hal penting yang dapat mendukung upaya peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kemajuan ekonomi Indonesia tidak dilihat dari laju pertumbuhannya saja, tapi juga dilihat dari seberapa besar riset dan inovasi yang dilakukan. Terkait hal tersebut, salah satu upaya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk mendorong riset dan inovasi adalah melalui pendanaan riset yang dinamakan Insentif Riset SINas. Instrumen kebijakan ini ditujukan untuk mendorong, mendongkrak atau mempercepat kegiatan riset di lembaga-lembaga riset untuk mencapai target risetnya.

“Jika Indonesia ingin menang dalam persaingan maka kita harus menjadikan Iptek sebagai  bagian dari politik berkehidupan kita”, ujar M. Dimyati.

Dalam paparannya M. Dimyati juga mengatakan bahwa jumlah proposal riset penelitian yang mendaftar pada program Insentif Riset menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun yaitu dari 1.200 proposal pada tahun 2007 naik menjadi 3.584 di tahun 2009 dan naik terus menerus hingga 4.149 proposal pada tahun 2011, akan tetapi kecenderungan peningkatan tersebut tidak berlangsung lama bahkan mulai 2013 menurun menjadi 2.150 proposal dan pada tahun 2015 semakin berkurang dari 2.000 proposal yang diajukan.

Kemenristekdikti sedang menyeleseikan satu kebijakan yang terkait dengan pembangunan Nasional Iptek, kebijakan tersebut berupa Grand Design Riset Nasional yaitu satu dokumen yang akan dirujukan seluruh institusi penelitian dan pengembangan sehingga bukan hanya berlaku pada lingkungan Kemenristekdikti tetapi juga seluruh agraris yang bernaung dibawah kementerian atau kelembagaan karna merupakan bagian dari tim pokja Grand Design Riset Nasional.

“Semoga Insinas 2015 ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kesejahteraan bangsa Indonesia,” tutup M. Dimyati. (nda/bkkpristekdikti)